Pentingnya Peran Agama untuk Perangi Covid-19 dan Selamatkan Bumi
Klikhijau.com – Aktivitas keagamaan tidak seleluasa dulu sebelum datangnya teror Covid-19. Tempat-tempat ibadah banyak yang tutup. Setiap pemeluk agama dianjurkan beribadah di rumah masing-masing....
Klikhijau.com – Aktivitas keagamaan tidak seleluasa dulu sebelum datangnya teror Covid-19. Tempat-tempat ibadah banyak yang tutup. Setiap pemeluk agama dianjurkan beribadah di rumah masing-masing.
Tujuan melakukan penutupan tempat ibadah hanya satu, memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang belum juga terbendung.
Meski rumah-rumah ibadah tutup, bukan berarti spirit keagamaan kita memudar. Agama bagi Direktur Program Iklim PBB Inger Andersen dan Sekjend Religions for Peace, Azza Karam membantu banyak orang melewati pandemi.
Bagi banyak orang agama tak hanya perihal ritual saja. Namun, agama hadir menawarkan bantuan praktis dan spiritual terutama di tengah bencana yang melanda dunia sekarang ini.
[irp]
Andersen dan Karam mengakui, gereja, masjid, kuil, rumah ibadah, dan organisasi agama di seluruh dunia menawarkan bantuan, bahan pangan, akomodasi, uang sumbangan atau layanan kesehatan.
Melihat fenomena tersebut, keduanya bersepakat solidaritas semacam itu sangat dibutuhkan jutaan manusai. Apalagi di saat seperti sekarang ini, di mana banyak yang didera derita karena dampak psikologis, ekonomi, dan emosional karena serbuan wabah Covid-19.
Alam mengirim pesan
Keduanya melihat bahwa peran agama sangat penting dalam menghadapi teror Corona yang entah sampai kapan akan usai. Melansir dari DW, Sabtu, 9 Mei 2020 Andersen dan Karam juga berpendapat, agama dan pemuka agama memainkan peranan yang lebih penting dalam situasa seperti ini. Pemuka agama dianggap mampu dan harus membantu mencegah krisis serupa ini terjadi di masa depan. Mereka harus memanfaatkan pengaruh mereka yang besar untuk menggandakan perlindungan bagi planet Bumi dan peradaban manusia. Kedatangan Covid-19 dan penyakit lainnya adalah karena faktor manusia itu sendiri. Manusia enggan puas dan puasa dalam menyalahgunakan kekuasaannya terhadap alam. Telah diketahui bersama, banyak penyakit berasal dari hewan yang kemudian melompat ke manusia. Semua itu merupakan imbas dari perusakan lingkungan dan segala makhluk di dalamnya dan yang mendapat “celakanya” adalah manusia itu sendiri. (baca Merusak Hutan Sama Saja Mengundang Penyakit Baru Berdatangan) Banyak fenomena alam yang sesunggunya mengirim pesan kepada kita semua. Mulai dari kebakaran hutan, kemunculan serangan serangga di Afrika, munculnya fenomena ular kobra dan ribuan cacing di Indonesia, bahkan munculnya Covid-19 adalah pesan alam yang harus direnungkan. [irp] Fenomena itu merupakan bukti nyata bahwa di balik itu semua ada campur tangan manusia. Karenanya, kedua srinkandi BB itu berpendapat, bahwa tidak cukup jika hanya mengurus manusia saja, kita juga harus merawat alam. Andersen dan Karam mencoba menawarkan solusi dalam merawat alam agar manusia bisa terhindari dari pandemi di masa mendatang:-
Mendukung investasi di sektor energi terbarukan.
-
Mengubah kebiasaan konsumsi atau praktik produksi
-
Menghijaukan ulang hutan-hutan