Pentingnya Pemahaman Water Balance untuk Perencanaan Wilayah
Klikhijau.com – pemahaman dan kemampuan analisis pemangku wilayah akan water balance (neraca air/keseimbangan air) sangat penting. Apalagi jika ingin melakukan perencanaan wilayah dengan baik. Wate...
Klikhijau.com – pemahaman dan kemampuan analisis pemangku wilayah akan water balance (neraca air/keseimbangan air) sangat penting.
Apalagi jika ingin melakukan perencanaan wilayah dengan baik. Water balance adalah suatu analisa yang menggambarkan pemanfaatan sumber daya air suatu daerah tinjauan.
Hal ini didasarkan pada perbandingan antara kebutuhan dan ketersediaan air. Harus diakui jika perencanaan wilayah memiliki berbagao tantangan, khususnya berkaitan dengan lingkungan dan sumberdaya alam. Terkhusus lagi masalah hutan yang perlu dikelola dengan baik dan diselesaikan dengan dasar-dasar legallly dan scientifically.
"Oleh karenanya, kita sebagai garda penjaga sumberdaya alam Indonesia perlu lebih menyiapkan diri. Juga lebih memahami berbagai pengetahuan teknis dalam mendukung tugas-tugas kita. Misalnya dalam hal metodologi waterbalance, dengan kata lain kita harus well-equipped," ujar Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya.
[irp]
Hal itu diungkapkan oleh Siti saat membuka kegiatan Sosialisasi dan Pelatihan Analisis Spatio-Temporal Neraca Air untuk Mitigasi Bencana, Kamis, 3 September 2020 lalu.
Siti juga menuturkan, pelatihan itu memiliki arti penting untuk mendasari pemahaman tentang konsepsi mengenai lingkungan dan bentang alam. Selain itu, juga tentang kewilayahan dan pengelolaan wilayah, serta dimensi ekologis dalam water balance.
Secara konkrit, pemahaman tentang water balance, akan membantu dalam perencanaan wilayah dalam kaitannya dengan konstruksi pembanguan dan dengan daya tampung dam atas air hujan.
Analisis water-balance juga berperan dalam menentukan bulan basah dan bulan kering. Ini penting untuk periode tanam atau cropping kalender. Sekaligus untuk membangun pola tanam bagi masyarakat cropping pattern.
Selain itu, metode water-balance berkaitan dengan tingkat rehabilitasi gambut, dan upaya pembahasan gambut juga dilakukan untuk mencegah karhutla.
"Saya berharap pelatihan ini akan sangat berguna bagi kawan-kawan semua di lapangan, karena saya tahu persis data klimatologi dari BMKG cukup banyak dan cukup baik. Datanya juga kita rasakan sangat membantu khususnya bagi kawan-kawan di wilayah konsentrasi karhutla yang terus intens bersama data BMKG," tambah Siti.
Tidak hanya itu, ia juga menambahkan pentingnya kelengkapan diri dengan metode teknis, kelengkapan data, serta pemahaman dasar. Sebab hal ini akan sangat menolong dalam bekerja. Dan tentu akan sangat membantu menjaga sumber daya alam, menjaga negeri Indonesia tercinta.
[irp]