Penting! Begini Cara Membuat Sumur Resapan Air dan Manfaat di Baliknya!
Klikhijau.com – Pada artikel sebelumya, kami membahas tentang cara membuat biopori, kali ini kami akan membahas tentang cara membuat sumur resapan air, juga manfaat yang diperoleh dengan teknik ini....
Klikhijau.com – Pada artikel sebelumya, kami membahas tentang cara membuat biopori, kali ini kami akan membahas tentang cara membuat sumur resapan air, juga manfaat yang diperoleh dengan teknik ini.
Baik biopori maupun sumur resapan air sejatinya punya manfaat yang hampir sama, diantaranya untuk mencegah banjir akibat curah hujan. Saat ini, kedua teknik ini efektif dibuat di halaman rumah khususnya di perkotaan.
Sumur Resapan adalah rekayasa konservasi air berupa bangunan yang dibuat sedemikian rupa hingga menyerupai sumur galian dengan kedalaman tertentu. Sumur resapan ini kebalikan dari sumur air minum.
Berbeda dengan sumur air minum yang berfungsi untuk menaikkan air tanah ke permukaan, sumur resapan merupakan lubang untuk memasukkan air ke dalam tanah.
[irp]
Sketsa sumur resapan - Foto/Ecomasjid[/caption]
Standar pembuatannya
Untuk membuat sumur ini, ada beberapa standar khusus yang harus dipenuhi menurut Standar Nasional Indonesia (SNI), antara lain:- Sumur harus berada pada lahan yang datar, tidak pada tanah berlereng, curam atau labil.
- Sumur berjarak minimal 5 meter dari tempat penimbunan sampah dan septic tank dan berjarak minimal 1 meter dari fondasi bangunan.
- Kedalaman sumur resapan bisa sampai tanah berpasir atau maksimal 2 meter di bawah permukaan air tanah. Kedalaman muka air (water table) tanah minimum 1,50 meter pada musim hujan.
- Struktur tanah harus mempunyai permeabilitas tanah (kemampuan tanah menyerap air) lebih besar atau sama dengan 2,0 cm/jam (artinya, genagan air setinggi 2 cm akan teresap habis dalam 1 jam), dengan tiga klasifikasi, yaitu sebagai berikut.
- Permeabilitas sedang, yaitu 2,0-3,6 cm/jam.
- Permeabilitas tanah agak cepat (pasir halus), yaitu 3,6-36 cm/jam.
- Permeabilitas tanah cepat (pasir kasar), yaitu lebih besar dari 36 cm/jam.
Cara membuatnya
Nah, untuk membuat sumur ini, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan:- Buat lubang sumur dengan diameter 80 - 100 cm sedalam 1,5 m. Perlu diperhatikan supaya kedalaman ini tidak mencapai atau melebihi muka air tanah.
- Perkuat dinding sumur, gunakan buis beton, pasangan bata kosong (tanpa plesteran) atau pasangan batu kosong. Hal ini supaya menjaga agar dinding sumur tidak gugur dan longsor.
- Buatlah saluran water inlet yang mengalirkan air hujan dari talang air ke dalam sumur resapan dengan menggunakan pipa paralon.
- Buatlah saluran pembuangan water outlet dari sumur resapan menuju selokan. Saluran ini berfungsi mengeluarkan limpahan air saat sumur resapan kelebihan air. Ketinggian pipa pembuangan harus lebih tinggi dari ketinggian permukaan air pada selokan. Hal ini supaya saat hujan deras, air selokan tidak mengalir masuk sumur resapan.
- Isilah bagian bawah sumur resapan air dengan koral setebal 15 cm.
- Tutup bagian atas sumur resapan dengan plat beton. Di atas plat beton ini dapat diurug dengan tanah.
Item penting
[caption id="attachment_16902" align="alignnone" width="327"]-
Penutup Sumur
-
Dinding sumur bagian atas dan bawah
-
Pengisi Sumur
-
Saluran air hujan
Manfaat Sumur resapan air
Manfaat utama dari sumur resapan adalah untuk mempertahankan aliran permukaan sehingga dapat mencegah banjir sekaligus mempertahankan dan meningkatkan tinggi permukaan air tanah. Selain itu, Sumur ini juga dapat mengurangi erosi dan menahan intrusi air laut untuk daerah yang berdekatan dengan kawasan pantai. Di wilayah perkotaan, teknik ini dapat mencegah penurunan tanah dan mengurangi konsentrasi pencemaran air tanah. Secara spesifik, berikut manfaatnya:- Mencegah genangan air
- Menampung sumber air
- Untuk irigasi
- Menjaga kelembaban tanah di sekitarnya