Pengganti Plastik, Piring dan Gelas Ini Dibuat dari Daun Pisang
Klikhijau.com – Sampah plastik bagi bumi sudah cukup lama berlangsung. Krisis lingkungan sekarang ini menyebabkan banyak kerusakan. Satwa liar pun tak lepas dari dampaknya, terutama di lautan. Berb...
Klikhijau.com – Sampah plastik bagi bumi sudah cukup lama berlangsung. Krisis lingkungan sekarang ini menyebabkan banyak kerusakan. Satwa liar pun tak lepas dari dampaknya, terutama di lautan.
Berbagai cara pun telah dilakukan demi menyelamatkan bumi dari kepungan plastik. Salah satunya adalah mengganti penggunaan plastik sekali pakai dengan yang lebih mudah terurai, termasuk daun pisang.
Di wilayah Asia, daun pisang telah digunakan sebagai wadah dan pembungkus makanan secara turun-temurun. Namun, sifatnya yang tidak bertahan lama membuatnya tidak bisa dijadikan alternatif pengganti plastik.
Hingga pada tahun 2010, seorang anak bernama Tenith Adithyaa yang baru berumur 11 tahun di India menemukan solusinya. Tenith pertama kali menemukan penggunaan daun pisang dalam waktu yang lama sebagai pengganti plastik.
[irp]
Banana Leaf Technology, begitu temuan ini diberi nama. Teknologi ini mengembangkan praktik tradisional yang sesuai dengan kebutuhan modern. Memberikan solusi masalah global lingkungan yang sudah berlangsung lama.
Tenith Adithyaa[/caption]
Banana Leaf Technology ini terinspirasi dari mimpi Tenith untuk menciptakan biomaterial berkelanjutan dan mengakhiri krisis lingkungan. Keinginannya untuk menghidupkan kembali praktik tradisional Asia Tenggara yang terlupakan.
Kala itu, Tenith melihat petani membuang banyak daun pisang sebagai sampah. "Bisakah daun-daun ini ditingkatkan secara biologis?". Begitulah yang terpercik dalam benaknya ketika itu.
Dengan coba-coba, fase awal melestarikan daun selama sekitar satu tahun tanpa menggunakan bahan kimia apa pun dibuat di bulan Oktober 2010. Dan begitulah kisah ini dimulai.
Sejak saat itu, Banana Leaf Technology yang telah dipatenkan sudah menerima tujuh penghargaan internasional.
[irp]