Peneliti Asing Soroti Macaca Maura di Bira Bulukumba, Sulsel

Klikhijau.com -  Bertepatan dengan Hari Keanekaragaman Hayati Internasional, Yayasan Ecoton, Macaca Maura Project dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Bulukumba kolaborasi menyelenggarakan peringa...

Peneliti Asing Soroti Macaca Maura di Bira Bulukumba, Sulsel
Bacakan Artikel

“Penelitian ini sangat penting untuk mengenali kondisi dan habitat Macaca Maura di Bira," ujar Vasco Martins, "Pemahaman mendalam tentang populasi dan lingkungan mereka adalah kunci untuk merancang strategi konservasi yang efektif dan berkelanjutan."

Cesar Rodriguez Del Castillo menyatakan kegembiraannya melihat antusiasme peserta. Ia berharap acara ini dapat meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap keberlangsungan hidup Macaca Maura dan keanekaragaman hayati di Sulawesi Selatan.

Rahmaedah, guru SMPN 34 Bulukumba menyampaikan, kegiatan tersebut sangatlah bermanfaat sekali karena banyak informasi mengenai macaca yang berada di Bira, lebih-lebih bagi masyarakat umum dan para siswa yang tinggal di Bira. Dan memang perlu juga dilindungi betul dari bahaya sampah yang dihasilkan oleh manusia terhadap macaca maura.

“Harapan saya kepada siswa bisa ikut terlibat menjadi relawan untuk menjaga macaca dan terumbu karang,” ujarnya.


Sementara itu, Delima Veranita Sirait, Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan DLHK Bulukumba juga mengakui kegiatan tersebut luar biasa sekali, sebab pengetahuan yang telah diberikan dari para narasumber yang juga peneliti sangat bermanfaat.

“Semoga dapat memotivasi anak-anak bahwa  masih banyak keanekaragaam di laut dan di darat yang kita punya. Dan itu Macaca Maura yang menjadi hewan endemik di Sulawesi Selatan,” harapnya.

Delima juga menambahkan bahwa kita bisa menumbuhkan rasa memiliki terhadap keanekaragaman hayati yang ada di Bulukumba.

“Jadi saya rasa luar biasa lah ini, mudah-mudahan semua peserta bisa paham bahwa ada hewan dan tumbuhan endemik di Bulukumba yang memang patut kita lestarikan. Kita juga perlu bersama-sama mengedukasi masyarakat dan wisatawan yang ada di Bulukumba  untuk mengelola sampahnya agar keanekaragaman hayati tidak terancam. Apalagi seperti yang disampaikan tadi dengan adanya sterofoam yang masih banyak digunakan kemasan makanan dan ternyata karena macaca maura kekurangan makanan jadi mereka mencari di sampah. Mudah-mudahan dengan peraturan pemerintah dengan pembatasan plastik sekali pakai di Bulukumba, pengurangan dan pengelolaan sampah baik organik dan non organic harusnya bisa dikelola dengan baik,” lanjutnya.

Acara peringatan Hari Keanekaragaman Hayati Internasional ini menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran dan partisipasi aktif masyarakat dalam upaya konservasi biodiversitas, untuk bisa hidup harmoni dengan keanakeragaman hayati serta bagaimana setiap pembangunan yang di lakukan memperhatikan keanekaragaman hayati dengan tujuan pembangunan yang  berkelanjutan.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2