Paus Pembunuh yang Pernah Berkabung 17 Hari Akhirnya Punya Anak
Klikhijau.com – Rasa sakit karena kehilangan tidak hanya dialami manusia. Makhluk lain juga mengalaminya, termasuk paus pembunuh atau paus orca. Kisah kehilangan yang mengharukan dari paus ini terj...
Klikhijau.com – Rasa sakit karena kehilangan tidak hanya dialami manusia. Makhluk lain juga mengalaminya, termasuk paus pembunuh atau paus orca.
Kisah kehilangan yang mengharukan dari paus ini terjadi pada tahun 2018 silam. Saat itu seekor paus pembunuh yang diberi nama J35 oleh para ilmuwan ‘merayakan’ kedukaannya selama 17 hari karena kematian anaknya.
Kesedihan yang mendalam yang dialami induk pus itu cukup mengharukan. Ia membawa ke mana pun anaknya yang telah kehilangan nyawanya selama 17 hari. Ia membawanya mengarungi Laut Salish sebanyak 1.600 kilometer.
J35 terlihat pertama kali terlihat membawa anaknya yang mati pada 24 Juli, di lepas pantai Pulau Vancouver.
[irp]
Paus jenis ini memang dikenal sebagai paus yang akan berduka jika kehilangan anggota keluarganya. Namun apa yang ditampilkan oleh J35 melebihi batas berkabung paus pada umumnya.
Paus pembunuh biasanya hanya berduka selama satu minggu, tapi J35 memang berbeda. Para ilmuwan meyakini induk yang satu ini membuat rekor terlama berenang bersama jasad sang buah hati.
Paus orca merupakan salah satu jenis yang mempunyai ciri yang paling khas dari kelompok odontocetes cetecea sehingga paus ini ini mudah dikenali dari speses lainnya.
Ia memiliki panjang maksimum tubuhnya mencapai 9 meter pada jantan, dan 7,7 meter pada betina. Ukuran berat maksimumnya 3810 kg untuk setiap 6,7 meter pada betina, dan 5568 kg untuk setiap 6,75 meter pada jantan.
Paus orca memiliki harapan hidup berkisar kurang lebih 50 tahun. Untuk paus jantan akan mencapai kematangan seksual sekitar 15 tahun.
Hal ini ditunjukkan dengan pertumbuhan sirip punggung yang cepat. Paus jantan terus bertumbuh sampai mencapai kematangan fisik pada usia 21 tahun.
[irp]