Pallangnga', Bibit Kopi tanpa Semai yang Anti Gagal

Klikhijau.com - Menyemai biji kopi akan memakan waktu yang lumayan lama. Butuh waktu delapan hingga dua belas bulan (satu tahun) bahkan lebih baru bisa pindah tanam. Pun butuh tenaga dan biaya yang ek...

Pallangnga', Bibit Kopi tanpa Semai yang Anti Gagal
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Kelahiran pallangnga' adalah kelahiran yang tak diinginkan. Semakin banyak, semakin menegaskan pula jika banyak biji kopi yang tak terpetik; jatuh begitu saja mencium tanah, lalu bertumbuh. Saat tumbuh dan besar, bukannya disambut gembira, banyak yang menyambutnya dengan sedih dan harus memberantasnya karena mengganggu tanaman utama.

Jika tak segera diatasi, dengan cara dicabut misalnya, maka ia berpotensi menjadi "gulma". Pallangnga' adalah uru' kopi yang tumbuh begitu saja. Uru' kopi merupakan istilah lokal yang digunakan untuk biji kopi yang jatuh sendiri ke tanah. Biasanya karena sudah terlalu masak atau dimakan tikus, kelelawar, dan kawan-kawannya yang menyukai kopi.

Saat jatuh dan luput dari pungutan, maka ia akan tumbuh. Saat tumbuh dan tak terbasmi, itulah yang berubah menjadi pallangnga'. Dan inilah yang diburu oleh mereka yang ingin menanam kopi tetapi tak punya waktu menyemai. Ingin cepat.

Jika menyemai bibit kopi ada dua kemungkinan waktu kegagalan (saat semai dan pindah tanam), maka menanam pallangnga' nyaris tanpa kegagalan. Iya, anti-gagal. Pun lebih cepat berbuah karena biasanya yang dipilih adalah yang telah besar, sehingga dalam waktu satu atau dua tahun saja telah buah salah (belajar berbuah).

Sementara bibit kopi yang disemai dan dipindahkan ke media tanam pada usia delapan sampai dua belas bulan menurut laman ottencoffee, butuh  waktu yang panjang, sekitar tiga hingga empat tahun sebelum benar-benar menjadi pohon kopi dewasa yang siap menghasilkan bunga dan buah kopi.

Nah, jika kamu berniat menanam kopi, kamu berada di gerbang mana? Apakah di gerbang menyemai bibit atau di gerbang pallangnga'? Namun, jika kamu tipe orang yang suka proses panjang, saran saya pilih gerbang semai. Namun, jika kamu tipe yang suka instan-satset, kamu pilih gerbang pallangnga'.

Pilihan gerbang mana pun, satu hal yang mesti diperhatikan, kopi yang kamu tanam mesti dirawat. Perawatannya harus lebih intens dari merawat kenangan dengan mantan.

tb, Mei 2026

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2