Padat Karya Penanaman Mangrove Berdayakan Masyarakat Pesisir

Klikhijau.com – Padat karya penanaman mangrove sedang gencar dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Program itu melibatkan masyarakat pesisir. Setidaknya ada sekitar  24 ribu...

Padat Karya Penanaman Mangrove Berdayakan Masyarakat Pesisir
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Padat karya penanaman mangrove sedang gencar dilakukan Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK).

Program itu melibatkan masyarakat pesisir. Setidaknya ada sekitar  24 ribu warga di seluruh Indonesia yang dilibatkan dalam padat karya penanaman mangrove tersebut.

Mangrove menjadi tanaman yang memiliki potensi ekonomi yang tinggi. Selain itu, manfaatnya terhadap lingkungan pun sangat banyak. Salah satunya sebagai penahan ombak untuk mencegah abrasi.

Karena itu, apa yang dilakukan oleh KLHK merupakan langkah yang tepat untuk menjaga wilayah pesisir.

Selain menjaga, juga untuk memberdayakan masyarakat pesisir. Karena yang menjadi tujuan dari padat karya penanaman mangrove adalah  sebagai bagian dari upaya pemuihan ekonomi nasional. Khususnya di tengah terjangan pandemi Covid-19 yang masih  misteri kapan akan usai.

Salah satu tempat yang menjadi lokasi padat karya penamanan mangrove oleh KLHK adalah pesisir pantai utara Laut Jawa (pantura) di sekitar obyek wisata (OW) Pulau Cemara di Desa Sawojajar Kecamatan Wanasari Kabupaten Brebes Jawa Tengah.

Obyek Wisata Pulau Cemara yang masih relatif baru dan dikelola masyarakat setempat.  KLHK melakukan penanaman mangrove di lokasi tersebut pada hari Kamis, 8 Oktober 2020. Setidaknya ada  64 warga yang dilibatkan dalam kegiatan itu.

Itu artinya selain menjaga ekosistem pesisir dan menjaga lingkungan. Kegiatan tersebut juga memberi manfaat ekonomi  kepada 64 orang yang terlibat.

Dilakukan di seluruh Indonesia

Ke 64 orang tersebut  merupakan warga pesisir Pantura yang terdampak pandemi Covid-19. Hudoyo, selaku Pejabat Pelaksana Tugas (PLT) Dirjen Pengendalian DAS dan Hutan Lindung KLHK mengungkapkan, prinsip utama padat karya penanaman mangrove adalah untuk menolong masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19.

"Sambil kita membenahi lingkungan pantai yang kritis akibat abrasi dan tanaman mangrovenya rusak atau hilang," ujar Hudoyo.

Padat karya   penanaman mangrove menurutnya dilakukan tidak hanya di Kabupaaten BrebeI, tapi akan menyeluruh ke segala penjuru  Indonesia.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2