Padang Lamun, Solusi Murah Meriah untuk Mengurangi Perubahan Iklim?
Klikhijau.com – Melestarikan padang lamun dianggap sebagai salah satu metode paling hemat biaya untuk mengurangi perubahan iklim. Bahkan diklaim dapat mengurangi biaya hingga miliaran dolar. Padang...
Klikhijau.com – Melestarikan padang lamun dianggap sebagai salah satu metode paling hemat biaya untuk mengurangi perubahan iklim. Bahkan diklaim dapat mengurangi biaya hingga miliaran dolar.
Padang lamun sendiri memang memiliki peran penting dalam arus perubahan iklim. Bukan hanya penting bagi keanekaragaman hayati laut. Tetapi, juga berperan penting dalam menangkap dan menyimpan sejumlah besar karbon.
Meski begitu, penyimpanan karbon oleh lamun bervariasi menurut spesiesnya. Beberapa lamun menyimpan lebih banyak karbon daripada yang lain, terutama yang berakar kuat.
Karenanya, penting untuk mempelajari spesies lamun mana yang ada saat memperkirakan penyimpanan karbon di padang lamun tertentu.
[irp]
Sebuah studi global baru yang dipimpin oleh para ilmuwan dari Universitas Internasional Florida (FIU) dalam kemitraan dengan Institut Karbon Biru milik Conservation International memperkirakan bahwa melindungi padang lamun yang “berisiko” dapat mencegah kerusakan iklim senilai lebih dari $200 miliar dengan menghentikan pelepasan lebih dari satu miliar ton karbon.
Studi tersebut menekankan bahwa melestarikan padang lamun merupakan salah satu metode yang paling hemat biaya untuk mengurangi perubahan iklim. Integrasi perlindungan padang lamun ke dalam komitmen Perjanjian Paris negara-negara, serta memasukkan padang lamun sebagai sumber karbon biru dalam metodologi kredit karbon yang diperluas, merupakan salah satu tindakan penting yang harus segera diambil.
“Padang lamun tidak hanya penting bagi keanekaragaman hayati laut, tetapi juga merupakan bagian penting dari teka-teki iklim,” kata penulis utama studi Johannes Krause, asisten profesor riset di Institut Lingkungan FIU dikutip dari Ecowatch.
[irp]
Krause juga menekankan bahwa penelitian tersebut menggarisbawahi potensi besar padang lamun sebagai penyerap karbon dan pentingnya data akurat untuk memastikan kita melindunginya dengan benar.
“Jika kita tidak bertindak sekarang, kita berisiko kehilangan ekosistem ini dan simpanan karbon yang telah dibangunnya selama berabad-abad, yang memperparah dampak kerusakan iklim. Sudah saatnya memprioritaskan konservasi dan penelitian lamun secara global,” tambahnya
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Nature Communications itu menggunakan sampel dari seluruh dunia. para peneliti mengambil 3.240 sampel lamun dan tanah dari 61 negara.
Ekosistem pesisir yang ditumbuhi vegetasi hanya menutupi dua persen dasar laut, tetapi menyimpan hampir 50 persen karbon organik yang terkubur di sedimen laut.
[irp]