P3E Suma KLHK Gelar Diskusi Peningkatan Kapasitas Kehumasan
Klikhijau.com – Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Maluku (P3E Suma), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), menggelar diskusi peningkatan kapasitas siaran pers dan publ...
Klikhijau.com – Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion Sulawesi dan Maluku (P3E Suma), Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), menggelar diskusi peningkatan kapasitas siaran pers dan public relations, Kamis 3 Desember 2020 di Cafe Kubus, Makassar.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya merespons era disrupsi digital yang membutuhkan kecepatan dan kualitas informasi khususnya isu-isu yang mendaras ke media massa. Termasuk kaitannya dengan terciptanya iklim transparansi dalam pelaksanaan tata kelola pemerintahan yang baik (good governance).
Proses diskusi digelar dengan tetap menerapkan protokol kesehatan dengan peserta dari perwakilan Satuan kerja (Satker) LHK se-Sulawesi Selatan.
Diskusi dibuka oleh Dr.Ir.Darhamsyah, M.Si., selaku Kepala P3E SUMA yang dimoderatori oleh Kepala Bagian Tata Usaha Azri Rasul SKM, M.Si, M.H.
Dalam sambutannya, Dr.Darhamsyah memaparkan peran strategis humas Pemerintah di era keterbukaan informasi dengan tema 'Goverment Public Relations'.
[irp]
“Humas Pemerintah itu seharusnya jangan reaktif, buat agenda setting, Siapkan narasinya, Jangan ego sektoral. Dorong keterlibatan masyarakat terhadap apa yang dilakukan pemerintah. Semua yang terkait dengan kepentingan publik agar disampaikan," jelas Darhamsyah.
Oleh sebab itu, tambah Darhamsyah, peran kehumasan di instansi khususnya di Satker KLHK sangat penting dalam mengelaborasi informasi ke publik.
"Perbanyak tabungan perbendaharaan kata. Hindari kesalahan pemakaian kata. Beda huruf, beda makna sehingga bisa menyebabkan distorsi bagi penerima informasi," ujar Darhamsyah, saat memberikan tips sebagai humas Pemerintah.
Darhamsyah juga menegaskan, agar Kehumasan tetap menjaga narasi dan artikulasi.
“Informasi berbanding dengan akurasi. Jangan sampai kita akan mengumpulkan informasi tetapi telat merespon suatu kasus. Untuk data dalam setiap informasi juga haruslah akurat,” jelasnya.
Kuncinya, kata Darhamsyah, paradigma Humas harus aware terhadap perkembangan IT dan media.
“Humas tidak boleh bohong. menutup fakta dan data, tetapi juga penting untuk membatasi mana yang bisa dibagi informasinya, mana yang tidak. Membangun hubungan dengan media massa juga sangat penting,” katanya.
[irp]
Narasumber, Anis Kurniawan, Penulis dan Direktur Klikhijau.com saat membahas mengenai penulisan siaran pers yang menarik - Foto/Ist[/caption]
Berbicara dan menulis dua sisi yang berbeda. Menulis melalui struktur dan frame, sedangkan berbicara memakai sistem lepas tapi terukur.
"Ada yang menarik dalam menulis, yakni susah mengakhiri. Nah, di sinilah peran kita memahami standar penulisan artikel," imbuhnya lagi.
Menurut Anis, Ada 5 hal utama yang perlu diperhatikan dalam penulisan siaran pers. Pertama, tulislah judul menarik. Kedua, pastikan tulisan berita kita telah memenuhi unsur 5W+1H. Ketiga, tempatkan kata kunci pada Judul di paragraf pertama. Keempat, ambil pernyataan kunci dari tokoh atau sumber kunci dalam pemberitaan. Lalu, perkuat informasi mengenai instansi atau lembaganya.
[irp]