'Nteh', Cara Pegiat Lingkungan dan Seniman di Lombok Timur Galang Dana untuk Korban Bencana
Klikhijau.com - Sudah lebih dari 184 kejadian bencana Alam melanda Indonesia per bulan Januari 2021 ini. Yang terbesar dan menjadi prioritas saat ini adalah kejadian yang menimpa pesawat Sriwijaya Air...
Klikhijau.com - Sudah lebih dari 184 kejadian bencana Alam melanda Indonesia per bulan Januari 2021 ini. Yang terbesar dan menjadi prioritas saat ini adalah kejadian yang menimpa pesawat Sriwijaya Air.
Selanjutnya, ada tanah longsor di Sumedang Jawa Barat, Banjir Bandang di Kalimantan Selatan, Gempa berkekuatan 6.2 SR yang menimpa Sulawesi Barat sepanjang Mamuju dan Maneje serta wilayah terdampak lainnya, Erupsi gunung merapi serta awan panas Gunung Semeru juga yang terakhir Gempa berkekuatan 7.1 SR diikuti Banjir Bandang yang menimpa Manado Sulawesi Utara.
Maka cukup jelas ini adalah bulan paling menyedihkan bagi daerah daerah yang terdampak. Belum juga kelar urusan kita dengan masalah bencana sebelumnya yang sudah bertengger diperingkat pertama Covid-19 yang kemudian bervolusi dengan sebutan lainnya Covid Antigen.
Berdoa, juga berdonasi untuk meringankan beban warga yang terdampak merupakan panggilan jiwa yang paling mungkin bisa kita lakukan saat saat ini.
Sehingga dari keadaan inilah yang membuat hati dan jiwa para pegiat lingkungan, aksitivis kemanusiaan, para pecinta alam, juga para seniman yang kemudian sepakat membuat event bertajuk Nteh (Charity Event).
[irp]
Sementara penggalangan donasi langsung di pinggir-pinggir jalan strategis di seputaran Masbagik langsung dihandle oleh rekan rekan Gabungan Pecinta Alam Masbagik yang dikoordinir oleh saudara Stuk Rinjani Montain. Untuk donasi Box di pelbagai Outlet dan cafe-cafe besar di lombok timur dihandle oleh saudara Rio Raya Ansori.
Sederet artis yang menjadi penampil dalam acara Nteh ini karena terlalu banyak akhirnya terbagi menjadi beberapa sesi. Sesi sore dan malam yang dimulai pada pukul 15.00 wita - 18.00 wita, kemudian dilanjutkan pada pukul 20.00 wita - selesai.
Berikut adalah sederet artis dan para musisi yang terlibat diantaranya menampilkan Armonica Band (Lombok Timur), Aan N Friends (Lombok Timur), Aksara (Lombok Tengah), Better Than Us (Lombok Tengah) Fay Semesta (Lombok Timur), Libuay (Lombok Timur), Sasakustik (Lombok Timur), dan Raga Fullmoon (Lombok Timur).
Ada pula The Gokil Boys (Lombok Timur), Meaningless Names ( Lombok Barat), Lock Block (Lombok Timur), Mutia Jojo (Sumbawa), Dj Risk Coice (Lombok Timur), Zaky Kartana (Lombok Timur), Young Lex kearifan Lokal (Lombok Timur), Dadin Feat Sasak (Lombok Timur) Gambus Tunggal (Lombok Timur), Orkes Keroncong (Hamkri Lombok Timur), Lombok te ( Lombok Timur) dan Mantang Ragamuffin (Lombok Tengah).
Sementara dari kalangan seniman perupa ada Amaq Tane, Phalonk dan sederet nama lainnya dari komunitas perupa Seni-ne. Para seniman tari yang terlibat diantara Botok Fire Dance, Deny Setyawati dan Syakur (Komunitas Karu Aru Lombok Timur) serta Tati Tenun Pringgasela dari Pringgasela Lombok Timur.
Pun dengan para sastrawan yang terlibat dalam acara ini saudara Hasan Gauk (Presiden Jomblo Progresif NTB) dan Khairil Anwar (Ketua Dewan Kesenian Daerah Lombok Tengah).
Akhir kata, sederet penampil di atas tentunya bergabung dengan atas dasar sukarela dan membawa misi kemanusiaan yang dipandang penting untuk sedikit memberikan motivasi, dukungan moril dan materi yang siap didonasikan bagi mereka yang membutuhkan. Terutama yang menjadi sasaran kegiatan Nteh (Charity Event) ini adalah bagi warga yang terdampak di Kalimantan Selatan dan Sulawesi Barat.
Matur tampi asih, Salam satu Bumi!
[irp]