Gempa Bumi Guncang Sejumlah Daerah dalam Dua Hari Terakhir, Majene Terparah

oleh -153 kali dilihat
Gempa Bumi Guncang Sejumlah Daerah Dalam Dua Hari Terakhir, Majene Terparah
Bangunan yang roboh akibat gempa di Sulawesi Barat - Foto/Fb
Azwar Radhif

Klikhijau.com – Sejumlah daerah di Indonesia sedang dalam kondisi siaga pasca gempa yang terjadi di beberapa wilayah di Indonesia bagian timur. Tercatat sejak 13 Januari 2020, telah terjadi sebanyak 4 kali gempa bumi dengan skala diatas 5.0 magnitudo. Bencana ini menjadikan bulan Januari sebagai bulan rawan gempa setelah 11 bencana gempa bumi melanda beberapa wilayah sejak 1 Januari 2021.

Data dari BMKG mencatat, gempa bumi yang melanda Majene subuh dini hari tadi menjadi gempa dengan skala tertinggi sejak Oktober 2020. Gempa yang terjadi di beberapa daerah di Sulawesi Barat ini memiliki daya getar sebesar 6.2 Magnitudo.

Titik gempa berada di kedalaman 10 Km, tepat di pantai Majene. Kekuatan gempa ini berada di level 4-6 skala MMI.

Kepala BMKG Dwikorita Karnawati menjelaskan, “BMKG menganalisis besaran gempa di Mamuju dan Majene sebesar 4-6 MMI, itu sangat dirasakan banyak orang dan bahkan kalau ada bagian dari bangunan itu bisa roboh. Kemudian di Palu, Mamuju Tengah, Mamuju Utara dan Mamasa intensitasnya mencapai 3 sampai 4  MMI. Jadi getaran dirasakan hampir seluruh penduduk”, ujarnya dalam konferensi pers daring BMKG.

Gempa yang terjadi dini hari tadi menjadi gempa terbesar diantara 28 gempa bumi yang melanda Majene sejak kemarin (14/1/2021). Kondisi ini cukup menghawatirkan. Pihak BMKG sendiri telah memprediksi akan terjadi gempa susulan dengan magnitudo yang lebih besar dari dini hari tadi.

KLIK INI:  Berbagi Rasa Merdeka Bersama Anak-Anak di Pesisir Pantai Tamo

“Berdasarkan data-data kegempaan yang pernah kami rekam dan history yang lalu, kami menganalisis masih dimungkinkan adanya gempa susulan yang cukup kuat seperti dini hari tadi”, sambungnya.

Untuk itu, Dwikora berpesan kepada masyarakat sekitar untuk mengantisipasi kemungkinan terburuk dengan tidak berada di dalam bangunan bertingkat, khususnya bangunan rumah yang roboh akibat gempa tadi.

“Kami menghibau kepada pihak-pihak yang ada di majene dan sekitarnya agar menghindari. Saat ini masih siaga, jangan berada di bangunan atau gedung-degung yang tinggi. Karena dikahawatirkan masih ada gempa susulan. Kemudian rumah-rumah yang rusak setelah gempa, sebaiknnya jangan berada di sekitar situ” lanjut kepala BMKG ini.

Kondisi pasca gempa Majene

Kabupaten Majene dan Kabupaten Mamuju menjadi dua daerah yang terdampak parah dari bencana ini. Data yang sementara di dapatkan dari beberapa informasi mencatat 10 orang ditemukan meninggal dunia. Menurut penuturan Kadis Info Pemprov Sulbar dikutip dari Merdeka.com, keseluruhan korban hingga saat ini masih belum bisa diidentifikasi.

KLIK INI:  Mangrove, Tanaman Pesisir yang Menjaga Kedaulatan Ekonomi dan Politik Indonesia

Sementara itu, di pusat gempa, BPBD Kabupaten Majene menemukan 4 korban meninggal dunia dengan lebih 600 orang luka-luka. Gempa menyebabkan ratusan rumah warga rusak dan 16.000 warga mengungsi ke titik aman.

Sementara itu, di Kabupaten Mamuju, beberapa bangunan dilaporkan rusak parah, seperti kantor Gubernur Sulawesi Barat, Hotel Maleo, Puskesmas, dan puluhan rumah warga.

Selain kerusakan pada bangunan, gempa bumi juga memutus akses listrik masyarakat setempat. Gempa juga menyebabkan sulitnya akses informasi keluar sebab jaringan seluler sementara mengalami gangguan. Menurut informasi, gempa juga menyebabkan terjadinya longsor di 3 titik yang berada di jalan poros Majene-Mamuju sehingga memutus akses jalan.

Selain kedua daerah diatas, gempa juga melanda beberapa daerah lainnya di sekitar titik gempa. Seperti yang terjadi di Polewali Mandar, menurut informasi masyarakat telah terjadi banjir dan longsor di salah satu kampung di daerah ini. Beberapa bangunan dikabarkan hanyut. Informasi ini masih sementara di konfirmasi.

Getaran gempa yang terjadi dini hari tadi juga dirasakan warga di beberapa daerah lainnya, seperti Polman, Mamasa, Pinrang, Tana Toraja dan Enrekang.

Hingga kini, masyarakat yang menetap di sekitar titik gempa, khususnya Majene sementara melakukan pengungsian sembari menunggu keadaan membaik.

“Kami sementara mengungsi. Keadaan sementara ini masih baik,” kata Wahyudi warga Majene yang dikonfirmasi (15/01/2021).

KLIK INI:  Mengelola Limbah B3 Tanpa Izin di Jombang, KLHK Segel UD LJM