Mulai 3 Juli, Uni Eropa Berlakukan Larangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai

Klikhijau.com - Uni Eropa mulai ambil kebijakan keras merespons massifnya sampah plastik. Setidaknya Ada 10 jenis plastik sekali pakai (single use) yang dibatasi dan dianggap sangat dominan penggunaan...

Mulai 3 Juli, Uni Eropa Berlakukan Larangan Penggunaan Plastik Sekali Pakai
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Uni Eropa mulai ambil kebijakan keras merespons massifnya sampah plastik. Setidaknya Ada 10 jenis plastik sekali pakai (single use) yang dibatasi dan dianggap sangat dominan penggunaannya.

Jenis plastik yang bakal dilarang tersebut antara lain tutup botol, peralatan dapur, sedotan, Styrofoam, wadah atau pembungkus makanan minuman, dan lainnya. Kalau dilihat dari komposisinya, beberapa jenis tersebut tergolong sampah bandel yang juga susah didaur ulang seperti sedotan dan Styrofoam.

Larangan tersebut akan diberlakukan mulai 3 Juli 2021 ini. Uni Eropa mendorong komitmen kuat di level kebijakan untuk membangun manajemen pengelolaan limbah plastik.

Fakta di lapangan, saat ini ada lebih dari 85% pantai dan perairan di Eropa terdampak limbah plastic. Tren ini dinilai melebihi standard yang diperkenankan.

Dilansir dari Yale Environment 360, kebijakan pelarangan ini adalah upaya Eropa dalam menuntaskan polusi plastik dan dampaknya.

Uni Eropa bahkan telah menyusun strategi penanganan plastik yang dinamain The EU Plastics Strategy yang berlaku sejak 2018. Strategi ini bertujuan mengubah tujuan dan pemahaman soal plastik bagaimana desain, bahan, dan proses daur ulang.

Berdasar pda pedoman tersebut, disebutkan bahwa seluruh kemasan plastik di Uni Eropa harus dapat didaur ulang pada akhir dekade nanti.

Panduan ini dinilai mampu meningkatkan rata-rata daur ulang kemasan plastik hingga 41,5% dalam dua tahun. Target tersebut diapresiasi oleh para pelaku  manajemen limbah di seluruh dunia.

Berdasar data, percepatan daur ulang limbah plastik di Eropa tiga kali lebih tinggi dibanding Amerika Serikat dan terus meningkat setiap tahunnya.

Pada 2025 Uni Eropa bahkan menargetkan 50% sudah bisa didaur ulang. Lebih jauh, UE berusaha agar dapat mengumpulkan limbah botol plastik hingga 77% pada 2025 dan 90% pada 2029.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2