Monash University, UI dan Pemprov Jabar Kolaborasi Revitalisasi Sungai Citarum

Klikhijau.com - Monash University berkolaborasi dengan Universitas Indonesia (UI) dan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat meluncurkan Rencana Induk Ekowisata Citarik dalam sebuah seremoni yang di...

Monash University, UI dan Pemprov Jabar Kolaborasi Revitalisasi Sungai Citarum
Bacakan Artikel

Rencana Induk Ekowisata Citarik dikembangkan secara kolaboratif bersama komunitas dan masyarakat setempat melalui serangkaian dialog berkelanjutan dengan para akademisi dan peneliti dari MADA dan Fakultas Teknik UI.

Rangkaian kegiatan utama proyek ini dalam beberapa waktu terakhir meliputi agenda konsultasi publik yang dipimpin oleh UI didukung oleh Dinas Sumber Daya Air Provinsi Jawa Barat (Juni-Agustus 2023), lokakarya desain partisipatif bersama perwakilan masyarakat yang dipimpin oleh Monash University dan UI (Juli 2023), serta keterlibatan ekstensif dengan lembaga pemerintah dan komunitas masyarakat setempat selama empat tahun terakhir, termasuk salah satunya studi kelayakan yang didanai oleh Study Melbourne Research Partnership (tahun 2021-2022).

Sementara itu, Dr Reni Suwarso, Co-lead of the Citarum Action Research Program serta Ketua Sosial Klaster Air UI mengatakan, “Perlahan tapi pasti, tim UI dan Monash telah membangun proyek percontohan dalam merevitalisasi Sungai Citarum. Dengan diluncurkannya desain rencana induk dan video 3D kedua desa yang terpilih sebagai showcase Sungai Citarum, pekerjaan sesungguhnya pun baru dimulai. Dukungan dari Gubernur Ridwan Kamil sangat berarti bagi kami untuk memulai implementasi melalui pengembangan infrastruktur pemerintah berbasis solusi sosial.”

Disambung oleh Dr Dwinanty Marthanty, Co-lead of the Citarum Action Research Program dan Ketua Teknik Klaster Air UI, menjelaskan “Aspek penting dari pendekatan holistik ini adalah mengapresiasi bahwa sungai mengalir melalui lahan yang memiliki fungsi dan kepemilikan berbeda-beda. Dengan begitu, rencana induk harus peka terhadap faktor-faktor ini dan memperhatikan dampak aktivitas manusia terhadap lingkungan. Oleh karena itu, rencana induk ini memuat 5 Elemen Lanskap Kunci Koridor Ekologi, yaitu: restorasi jalur air dan tepi sungai, restorasi hutan dan rekreasi berbasis alam, lanskap produktif, urban biomimicry sebagai solusi berbasis alam untuk air; serta pengelolaan banjir regional, peningkatan kualitas air dan habitat lahan basah.”

Selanjutnya, Dr Michaela Prescott, Dosen Senior Departemen Arsitektur Monash University, yang juga memimpin pengembangan rencana induk desain perkotaan, menjelaskan, "Kami menyadari bahwa menciptakan perubahan nyata dimulai dari tingkat komunitas, menggunakan strategi mandiri untuk jangka panjang. Upaya ini melibatkan kolaborasi untuk memadukan kearifan lokal dan pengalaman langsung dari para ilmuwan, arsitek, LSM, industri, dan pemerintah.

Tidak kalah pentingnya lagi, kita perlu  memastikan bahwa keputusan dibuat oleh mereka yang paling terkena dampak, dan bahwa kapasitas lokal dihargai, serta proyek tetap berada di tangan Indonesia. Keterlibatan komunitas menjamin keberlanjutan proyek dan manfaat abadi bagi generasi mendatang."

Terakhir, Dicky Tanumihardja, seorang kandidat doktor pada Departemen Arsitektur Monash University, yang juga memimpin lokakarya desain bersama perwakilan dari kedua desa dalam mengembangkan Rencana Induk Ekowisata Citarik, mengatakan bahwa proyek tersebut melibatkan masyarakat setempat yang tinggal di dua desa yang berbatasan di wilayah utara Kabupaten Bandung, yakni Desa Padamukti di sebelah timur and Desa Cibodas di sebelah barat, sekitar 20 kilometer dari kota Bandung.

“Rencana Induk Ekowisata Citarik ini dikembangkan dengan menangkap aspirasi masyarakat setempat, tak hanya menawarkan kegiatan wisata berbasis alam di sepanjang DAS Citarik, namun juga mendukung industri dan pemberdayaan ekonomi masyarakat sekitar, melalui upaya berkelanjutan untuk memperbaiki dan merawat koridor ekologi sungai terkait,” ujar Dicky.

Terdapat lima prinsip utama dalam kaitannya antara Rencana Induk Ekowisata Citarik dengan desain dan implementasi partisipatif yang diinisiasi oleh Monash University, yakni:


  1. Mendorong pertumbuhan ekonomi lokal melalui integrasi layanan air, sanitasi dan limbah dalam mendukung kegiatan agrikultur, hortikultur, dan akuakultur masyarakat setempat

  2. Mendukung layanan limbah padat untuk desa-desa dan industri pertanian lokal sebagai solusi menghadapi kekurangan kapasitas tempat pembuangan akhir (TPA) di masa depan.

  3. Restorasi jalur dan bentang alam terestrial untuk meningkatkan efektivitas penyaluran banjir, serta merevitalisasi habitat dan keanekaragaman hayati.

  4. Meningkatkan tata kelola air, limbah, dan sanitasi di desa-desa wilayah hulu.

  5. Memperkuat strategi mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, khususnya di wilayah Jawa Barat dan sekitarnya.


Soft launching Rencana Induk Ekowisata Citarik turut disaksikan langsung oleh Kepala Desa Padamukti, Unang Rubaman, dan Kepala Desa Cibodas, Setiawan, dimana keduanya mengungkapkan optimisme akan masa depan yang lebih baik bagi warga desanya.

“Pak Gubernur (Jawa Barat) yang terhormat, kami laporkan bahwa pemerintah dan masyarakat desa telah berhasil memenuhi persyaratan kesiapan pembangunan. Kami siap membantu pemerintah melaksanakan program rencana induk.”

[1] Monash.edu: Monash University and West Java Government partner to revitalise polluted Citarum River, diakses pada 30 Agustus 2023

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2