Momentum Hari Mangrove Sedunia, Pemerintah Gelorakan Semangat Penanaman

Klikhijau.com - Pada momentum Hari Mangrove Sedunia, Pemerintah konsisten untuk terus memperbaiki kualitas lingkungan, termasuk ekosistem mangrove. KLHK bersama pemerintah daerah serta masyarakat t...

Momentum Hari Mangrove Sedunia, Pemerintah Gelorakan Semangat Penanaman
Bacakan Artikel

Jadi hal ini merupakan faktor penting untuk menyelamat ekosistem mangrove di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung khususnya. Di samping itu, ada kearifan lokal dari masyarakat dalam pengelolaannya.

"Seperti di HKm Gempa 01 ini, yang menjadi model bagi masyarakat sekitar di sini, sekaligus bagi seluruh Indonesia. Bisa ditiru bagaimana masyarakat mampu memelihara dan mengelola mangrove secara lestari, sekaligus mendatangkan manfaat secara ekonomi," ucap Yuliarto.

Sementara itu, Kepala BPDASHL Baturusa Cerucuk Tekstianto menjelaskan di tahun 2020 BPDASHL Baturusa Cerucuk mendapatkan alokasi RHL mangrove seluas 75 hektar, yang tersebar di dua pulau yaitu Pulau Bangka seluas 65 hektar, dan Pulau Belitung 10 hektar.

Untuk menunjang RHL mangrove di Desa Kurau Barat, BPDASHL Baturusa Cerucuk memberikan bantuan bibit untuk persemaian sederhana atau semacam kebun bibit desa sebanyak 100.000 batang mangrove kepada HKm Gempa 01.

"Selain bantuan bibit mangrove yang 100.000 batang tadi, kami juga mempunyai program bibit gratis untuk masyarakat berupa bibit jenis tanaman kayu-kayuan maupun MPTS (Multy Purpose Tree Species) sebanyak 700.000 batang. Total tahun ini kami mendapat alokasi 800.000 batang," jelasnya.

Pembibitan dengan memanfaatkan plastik bekas

Selain kebun bibit, BPDASHL Baturusa Cerucuk juga membuat terobosan dengan memanfaatkan limbah kemasan plastik air mineral sebagai media bibit, yang selama ini menggunakan polybag.

Penggunaan kemasan air mineral dari sisi teknis juga memiliki kelebihan. Akar bibitnya menjadi lebih compact dibandingkan dengan polybag, sehingga lebih memudahkan dalam proses pemindahan dan penanamannya.

Desa Kurau Barat memiliki hutan mangrove alami, yang di dalamnya terdapat 50 jenis mangrove. Selain itu, HKm Gempa 01 menjadi model pengelolaan mangrove karena memiliki Ketua Kelompok yang memang ahli di bidang mangrove.

"Ketua Kelompok Tani disini yaitu Pak Yasir, pernah kita ajak studi banding untuk belajar bagaimana proses pembibitan hingga pemeliharaan mangrove yang baik dan benar," ungkap Tekstianto.

Saat ditemui di kawasan hutan mangrove Munjang Kurau Barat, Ketua HKm Gempa 01 Yasir, menyampaikan kegiatan utama kelompoknya terdiri dari konservasi, rehabilitasi, dan jasa lingkungan. Untuk rehabilitasi, ada 3 jenis mangrove yang ditanam, yang disesuaikan dengan lingkungan yang ada di sini.

Sejak 2015, kegiatan RHL di kawasan ini fokus untuk merehabilitasi kawasan muara. Seperti kegiatan RHL yang dilakukan bersama dengan BPDASHL Baturusa Cerucuk pada Tahun 2017 seluas 20 hektar. Yasir menjelaskan, karena posisinya di muara dan ombak yang relatif besar, mereka menerapkan sistem tabur.

"Dari 20 hektar itu, sekarang sudah hampir mencapai 40 hektar atau dua kali lipatnya areal rehabilitasi, sebagai hasil dari upaya yang dilakukan oleh anggota kami setiap bulannya," tutur Yasir.

Selain itu, Yasir mengungkapkan masyarakat mendapatkan berbagai manfaat baik dari sisi ekologi maupun ekonomi. Keberadaan mangrove ini dapat mencegah terjadinya banjir yang sebelumnya sering melanda kawasan ini. Dampak ekonomi turut dirasakan juga khususnya oleh nelayan tradisional.

"Dulu mereka mendapat tangkapan kepiting 1-5 ekor/hari dengan maksimal 1 kg/hari. Setelah ada upaya RHL ekosistem mangrove disana, mereka sekarang mampu menghasilkan kepiting 1-5 kg/hari," ungkap Yasir.

Melalui momentum Hari Mangrove Sedunia, Pemerintah mengajak untuk menggelorakan semangat menanam mangrove. Mengingat manfaatnya yang begitu besar, perlu peran serta seluruh elemen bangsa untuk bahu-membahu memberikan kontribusi dalam rehabilitasi dan pelestarian hutan mangrove.

Mari bersama-sama kita menjaga mangrove!

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2