Mikroplastik Mulai Mengancam Kesehatan Usus
Klikhijau.com – Dampak buruk mikropkastik bagi kesehatan, memang masih simpang siur. Padahal benda berukuran mini ini telah ditemukan dalam tubuh manusia. Saking kecilnya, mikroplastik bahkan telah...
Klikhijau.com – Dampak buruk mikropkastik bagi kesehatan, memang masih simpang siur. Padahal benda berukuran mini ini telah ditemukan dalam tubuh manusia.
Saking kecilnya, mikroplastik bahkan telah menyusup ke dalam darah manusia. Jika manusia saja bisa dirasuki oleh mikropastik, bagaimana dengan hewan, khususnya yang ada di laut.
Kekhawatiran akan potensi bahaya mikroplastik ini, telah disuarakan oleh para ilmuwan. Mereka telah khawatir selama bertahun-tahun lamanya.
Mikroplastik memiliki panjang kurang dari 5 mm ini telah ditemukan di mana-mana. Itu tidak mengherankan karena polusi plastik kini ditemukan mulai dari lautan dalam hingga daerah terpencil di Antartika, dan bahkan makanan laut yang kita makan.
[irp]
Tapi, apakah mikroplastik benar-benar berbahaya? Itu yang masih jadi perbincangan. Namun, perbincangan itu sepertinya akan berakhir di tangan Tim ilmuwan internasional, termasuk peneliti dari McGill University.
Mereka ini telah menemukan bukti bahwa mikroplastik dalam saluran pencernaan burung laut mengubah mikrobioma usus, meningkatkan keberadaan patogen dan mikroba yang kebal antibiotik, sekaligus mengurangi bakteri menguntungkan yang ditemukan di usus. .
“Temuan kami mencerminkan keadaan hewan di alam liar. Karena manusia juga menyerap mikroplastik dari lingkungan dan melalui makanan, penelitian ini harus menjadi peringatan bagi kita," kata para penulis.
Julia Baak, rekan penulis studi dan Kandidat PhD di Departemen Ilmu Sumber Daya Alam di McGill University mengungkapkan bahwa mikrobioma usus mencakup semua mikroba di saluran pencernaan, yang membantu mengontrol pencernaan makanan, sistem kekebalan, sistem saraf pusat, dan proses tubuh lainnya.
“Ini adalah indikator utama kesehatan dan kesejahteraan," katanya.
[irp]