Mewaspadai Dampak Buruk dari Rasa Kesepian
Klikhijau.com – Kesepian telah diprediksi bakal meningkat, bahkan sebelum pandemi Covid-19 datang melanda dunia. Peningkatan kesepian itu telah diperingatkan jauh hari oleh banyak pemimpin dunia. S...
Klikhijau.com – Kesepian telah diprediksi bakal meningkat, bahkan sebelum pandemi Covid-19 datang melanda dunia.
Peningkatan kesepian itu telah diperingatkan jauh hari oleh banyak pemimpin dunia. Sialnya, kesepian itu diprediksi bakal melanda semua kategori umur. Dan hal tersebut dianggap sebagai masalah kesehatan masyarakat yang utama.
Pernah ada penelitian yang menunjukkan jika kesepian lebih dari sekadar perasaan. Namun, hal tersebut benar-benar dapat memiliki dampak kesehatan yang signifikan.
Lebih mengkhawatirkan lagi, karena telah dikaitkan dengan risiko demensia, penyakit Alzheimer, penyakit jantung, atau stroke yang lebih tinggi.
[irp]
Beberapa ilmuwan bahkan mengklaim bahwa efeknya sebanding dengan efek merokok atau obesitas.
Sekarang, tim peneliti yang dipimpin oleh King's College London (KCL) telah menjelaskan mengapa orang merasa kesepian, terutama di usia lanjut, dan apa yang dapat kita lakukan untuk mengatasinya.
Hasil penelitian tersebut dipublikasikan dalam jurnal Perspectives on Psychological Science. Samia Akhter-Khan, penulis utama studi tersebut mengatakan, kesendirian dihasilkan dari perbedaan antara hubungan sosial yang diharapkan dan yang sebenarnya.
“Masalah yang kami identifikasi dalam penelitian saat ini adalah bahwa kami belum benar-benar memikirkan. Apa yang orang harapkan dari hubungan mereka? Kami bekerja dengan definisi ekspektasi ini. Tetapi kami tidak benar-benar mengidentifikasi apa ekspektasi itu dan bagaimana ekspektasi tersebut berubah lintas budaya atau selama masa hidup,” ungkap mahasiswa pascasarjana di Layanan Kesehatan dan Penelitian Kependudukan di KCL itu.
[irp]