Menyimak Kicauan 311 Ekor Burung yang Terbang Bebas di Kaltim
Klikhijau.com – Beberapa tahun terakhir. Kicau burung mulai sepi di kampung saya. Rasa sepi dari kicauan satwa bersayap itu akan semakin terasa jika kita ke kebun. Misalnya jarolli (burung nuri pel...
Klikhijau.com – Beberapa tahun terakhir. Kicau burung mulai sepi di kampung saya. Rasa sepi dari kicauan satwa bersayap itu akan semakin terasa jika kita ke kebun.
Misalnya jarolli (burung nuri pelangi), sekarang ini sudah sangat jarang terdengar kicauannya. Padahal dulu sangat riuh—tak kenal musim.
Burung- burung lain pun banyak yang senasib. Sepinya kicau burung itu bermula saat banyak warga mulai memiliki senapan angin.
Keberadaan senapan angin adalah ancaman serius bagi dunia satwa, khususnya burung. Pemandangan orang membawa senapan angin bepergian, terutama jika ke kebunnya menjadi pemandangan yang lumrah di kampung saya.
[irp]
Selain itu, harga burung yang lumayan menjanjikan juga menjadi penyebab semakin kurangnya satwa tersebut.
Mungkin kelak akan ada pelepasliaran burung pula di kampung saya, seperti yang dilakukan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Timur (Kaltim) belum lama ini.
Mereka melepasliarkan 311 ekor burung ke alam untuk menghirup udara bebas. Bukan hanya satu jenis saja yang dilepaskan, tapi beberapa jenis.
Di antara yang dilepasliarkan tersebut ada Cucak Hijau (Chloropsis sonnerati), Kacer (Copsycus saularis), Kolibri Ninja (Leptocoma sperata), Kapas Tembak (Pycnonotus plumosus), Kledekan (Cyonis superbus), dan Murai Batu (Copsycus malabaricus).
Burung-burung itu tidak dilepaskan begitu saja. Harus diketahui dulu kondisinya. Karenanya, pada saat proses pelepasliaran didampingi oleh dokter hewan dari Pusat Suaka Orangutan (PSO) – ARSARI yang lokasinya berdekatan.
Dokter hewan tersebut datang memastikan kondisi burung-burung yang akan dilepaskan sebelum dilepasliarkan. Apakah baik-baik saja atau tidak.
Penting diketahui bahwa burung liar merupakan satwa tidak bisa diperlakukan seenaknya. Ia rentan dengan kondisi stress, sehingga sesegera mungkin dilakukan tindakan penyelamatan dan perawatan. Karena itulah penting adanya dokter hewan yang mendampingi.
[irp]
Syarat pelepasliaran
Selain itu, ada tata cara pelepasliaran satwa yang harus terpenuhi, yakni:- Habitat pelepasan merupakan bagian dari sebaran asli jenis yang dilepaskan
- Tumbuhan dan satwa yang dilepaskan harus secara fisik sehat dan memiliki keragaman genetik yang tinggi.
- Memperhatikan keberadaan penghuni habitat.