Menilik Jebakan “Greenwashing” Perusahaan yang “Alih-alih” Jaga Bumi!

Klikhijau.com - Di sebuah mal megah, seorang wanita muda berhenti di depan toko pakaian ternama. Matanya tertarik pada poster besar bergambar model berbaju putih bersih berdiri di tengah hutan hijau,...

Menilik Jebakan “Greenwashing” Perusahaan yang “Alih-alih” Jaga Bumi!
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Di sebuah mal megah, seorang wanita muda berhenti di depan toko pakaian ternama. Matanya tertarik pada poster besar bergambar model berbaju putih bersih berdiri di tengah hutan hijau, dengan tulisan tebal: "Fashion Berkelanjutan untuk Bumi yang Lebih Baik." Dengan perasaan bangga, ia membeli kaus katun organik itu, yakin telah membuat pilihan bijak.

Namun di belakang layar, ceritanya sama sekali berbeda. Pabrik pemasok merek tersebut membuang limbah pewarna tekstil beracun ke sungai, sementara kapas "organik"-nya ditanam di lahan yang dibuka dengan cara membakar hutan. Wanita itu tidak tahu—ia baru saja menjadi korban greenwashing, praktik di mana perusahaan berpura-pura ramah lingkungan padahal sebenarnya tidak.

Apa itu Greenwashing?

Greenwashing bukan sekadar kebohongan—ia adalah strategi pemasaran yang sistematis untuk menipu konsumen. Istilah ini merujuk pada praktik perusahaan yang sengaja menciptakan kesan ramah lingkungan melalui klaim, kemasan, atau iklan yang menyesatkan, sementara operasi bisnis mereka tetap merusak lingkungan.

Greenwashing sering kali menggunakan istilah ambigu seperti "ramah lingkungan", "hijau", atau "berkelanjutan" tanpa disertai bukti nyata, bahkan sengaja menutupi praktik bisnis yang sebenarnya bertentangan dengan prinsip keberlanjutan.

Secara istilah, greenwashing dapat dimaknai sebagai suatu klaim menyesatkan perihallingkungan yang menipu konsumen atas produk-produk tertentu. Tujuannya tentu demi menarik simpati konsumen bahwa perusahaan terkait ikut terlibat menjaga lingkungan atau membangun produk secara ramah lingkungan.

Lanjut ke Halaman 2
Pilih Halaman: