Mengurai Keunggulan Pohon Trengguli sebagai Tanaman Hias dan Obat

Klikhijau.com – Pohon Trengguli, ukuran tubuhnya termasuk sedang, hanya bisa mencapai ketinggian 15 hingga 20 meter. Ukurannya yang sedang itulah yang memberinya peluang menjadikan dirinya sebagai...

Mengurai Keunggulan Pohon Trengguli sebagai Tanaman Hias dan Obat
Bacakan Artikel

Pada ujung pangkalnya membulat. Sementara  bagian tepinya rata--memiliki panjang  6 hingga 20 cm. Warnanya hijau.

Sedangkan bagian bunga, majemuk membentuk perbungaan yang memanjang. Bunga ini muncul di sekitar ketiak daun. Panjangnya sekitar 15 hingga 40 cm.

Kelopaknya bertajuk lima, berwarna hijau. Bunganya ini memiliki daun pelindung kecil. Daun pelindung tersebut  cepat rontok.

Pohon ini memiliki panjang mahkota bunga 2 sampai 3,5 cm. Warnanya kuning dan berbau harum.

Hal lain yang menarik dari pohon ini adalah buah polongnya. Bentuknya  bulat memanjang, bisa mencapai panjang 45 cm. Buahnya memiliki sifat menggantung. Warnanya cokelat.

Antara buah yang masih muda dan matang bisa dibedakan dari warna kulitnya. Saat masih muda akan berwarna putih, dan ketika  matang akan berwarna cokelat. Isi buanya cukup banyak bisa berisi antara 40 sampai 400 biji, (Agromedia, 2008).

Klasifikasi ilmiah


  • Kingdom : Plantae

  • Divisi : Magnoliophyta

  • Kelas : Magnoliopsida

  • Ordo : Malpighiales

  • Famili : Fabaceae

  • Genus : Cassia

  • Spesies : Cassia fistula L.


Manfaat  pohon trengguli

Di daerah tropik, pohon ini telah digunakan sejak dulu sebagai laksatif.  Secara tradisional di Thailand digunakan sebagai anthelmintic.

Kayunya kadang-kadang digunakan untuk gerobak, tonggak,  dan alat-alat pertanian. Pepagan dipakai untuk penyamakan dan sebagai bahan dalam pasta sirih. Bunga dan daunnya kadang dimakan.

Pohon ini juga berfungsi sebagai anti mikroba. Itu melahirkan  harapan dapat menekan harga obat. Pohon ini bisa menjadi sumber bahan baku obat.

Bagian yang bisa digunakan sebagai obat adalah kulit dan daunnya. Trengguli mengandung glikosida, flavonoid, rhein, krisopanol, dan senoside A,B.

Kayu pohon ini dapat dimanfaatkan sebagai jembatan. Sifatnya yang awet dan kuat menjadikannya pilihan untuk kontruksi jembatan.

Sedangkan pada  seduhan daunnya dapat mengobati  penyakit urus-urus  atau kesulitan pencernaan, bahkan bisa digunakan sebagai obat luar untuk ternak kerbau

Tumbuhan ini bisa pula dimanfaatkan untuk penyakit seperti kadas,  panu, borok,  bisul, koreng, luka bakar, jerawat, pusing-pusing, cacar air, dan urusurus atau mencret, (Shirly Kumala dkk, 2006).

Tiffani dan Yedi (2017) mengungkapkan jika pohon ini  memiliki aktivitas sebagai antioksidan, antibakteri, antidiabetik, dan antiinflamasi.

Sementara Rusdiyanti (2019) mengemukakan hasil ekstrak etanol kulit pohon ini memiliki aktivitas antibakteri pada Pseudomonas aeruginosa.

Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) ekstrak 50 persen. Zona hambat yang terjadi sebesar 6,6 mm. Bakteri Pseudomonas aerugenosa sendiri merupakan bakteri gram negatif. Bakteri ini dapat menginfeksi kulit.

Daun dari pohon ini kerap digunakan sebagai bahan memerami buah-buahan, jauh  sebelum karbit bermunculan.

Bunganya yang berwarna kuning, membuatnya diburu untuk dijadikan tanaman hias. Apalagi bunganya memiliki bau yang harum.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2