Menguliti Persepsi Masyarakat tentang Kaitan Covid-19 dan Satwa Liar

Klikhijau.com – Covid-19 dan satwa liar sepertinya dua hal yang tak terpisahkan. Itu karena satwa liar masih dianggap biang kerok penyebaran Covid-19. Jika itu benar, patutkah satwa liar disalahkan...

Menguliti Persepsi Masyarakat tentang Kaitan Covid-19 dan Satwa Liar
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Covid-19 dan satwa liar sepertinya dua hal yang tak terpisahkan. Itu karena satwa liar masih dianggap biang kerok penyebaran Covid-19.

Jika itu benar, patutkah satwa liar disalahkan atau dimusnahkan? Ataukah yang patut disalahkaan adalah manusia itu sendiri?

Satwa liar sesungguhnya akan baik-baik saaja tanpa manusia. Namun, sebaliknya manusia membutuhkan satwa liar sebagai penyeimbang ekosistem.

Lalu bagaimana pandangan masyarakat Indonesia tentang kaitan antara satwa liar, zoonosis, dan Covid-19? Pertanyaan itu sungguh menarik dan coba dipecahkan oleh  Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI).

Maka sejak tanggal 27 Mei hingga 8 Juni Pusat Penelitiaan Kependudukan dan Pusat Penelitian Biologi LIPI melakukan survei persepsi masyarakat terhadap kaitan Covid-19 dan satwa liar.

Survei itu melibatkan 2.871 responden dengan  data valid 2.603 responden di seluruh Indonesia. Hasilnya mencengangkan, yakni pengetahuan masyarakat tentang korelasi tiga hal itu masih rendah.

Survei dari LIPI itu dirilis Selasa, 7 Juli 2020 lalu melalui webinar "Sosialisasi Hasil Survei Persepsi Masyarakat terhadap Coovid-VID-19 dan Satwa Liar".

Survei yang dilakukan oleh LIPI tersebut menemukan 17 persen responden mempersepsikan Covid-19 adalah penyakit yang menular dari satwa liar ke manusia. Sebagian besar responden berpendaapat jika pandemi Covid-19 disebabkan jenis virus baru.

Hasil survei itu juga  menunjukkan hanya sedikit responden yang mempersepsikan kaitan satwa liar sebagai cara penularan virus Corona.

Sekitar 9 persen responden yang menganggap virus Corona menular lewat menyentuh dan mengonsumsi satwa liar, sedangkan mayoritas mempersepsikan virus Corona menular melalui droplet di udara dan benda-benda yang ditempelinya.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2