Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Ragam

Mengulik 3 Faktor yang Menyeret Dunia Amfibi ke Ambang Kepunahan

Klikhijau.com – Unik. Satu kata itu bisa menggambarkan amfibi. Keunikannya, sebab ia hidup di setiap benua kecuali Antartika. Meski begitu, ancaman yang mengintai dunia amfibi juga banyak. Karenanya,...

Oleh Tim Redaksi 15 Jun 2026 12:45 3 menit baca
Klikhijau.com – Unik. Satu kata itu bisa menggambarkan amfibi. Keunikannya, sebab ia hidup di setiap benua kecuali Antartika. Meski begitu, ancaman yang mengintai dunia amfibi juga banyak. Karenanya, tidak mengherankan jika International Union for Conservation of Nature (IUCN) mencatat banyak spesies amfibi terancam punah. Di dunia ini terdapat lebih dari 7.000 spesies amfibi, termasuk katak, salamander, dan makhluk mirip ular yang disebut caecilian.  Sayangnya, hampir sepertiga dari semua spesies amfibi setidaknya terancam punah, dan ratusan spesies terdaftar sebagai sangat terancam punah. Amfibi seringkali menjadi spesies indikator yang baik. Ketika populasi katak atau salamander mulai menurun, ini bisa menjadi tanda adanya perubahan kecil di lingkungan. Perubahan ini dapat berupa perubahan suhu hingga masuknya polutan ke sungai atau kolam. Tidak semua jenis amfibi itu tangguh. Banyak yang sangat rapuh. Penyebab kerapuha mereka karena ada yang cara bernapasnya unik. Jadinya, ketika terjadi perubahan kecil di lingkungan mereka, maka itu dapat menyebabkan suatu spesies menjadi terancam punah. [irp] Menurut laman Earth, tingkat kepunahan amfibi lebih tinggi daripada hampir semua kelompok organisme lainnya. Penurunan populasi amfibi di seluruh dunia sangat mengkhawatirkan. Kenapa bisa demikian, kenapa amfibi bisa terancam punah. Dilansir dari Earth, berikut beberapa penyebabnya:
  • Perusakan habitat
Perusakan habitat menjadi salah satu ancaman utama bagi banyak tumbuhan dan hewan, salah satunya adalah amfibi. Di Amerika Serikat saja,  tercatat kurang dari 0,01% padang rumput asli yang tersisa. Lahan basah, kolam, dan hutan adalah beberapa tipe habitat penting bagi amfibi yang semakin banyak diganggu oleh manusia. Sayangnya, banyak amfibi memiliki wilayah jelajah yang sangat kecil dan tidak mampu berpindah dari satu habitat ke habitat lain, yang membuat fragmentasi habitat juga sangat berdampak bagi amfibi. [irp]
  • Perubahan iklim
Perubahan kecil di lingkungannya akan membuat amfibi kewalahan. Amfibi adalah makhluk yang sangat sensitif terhadap perubahan lingkungan, sekecil apa pun itu kecil. Inilah sebagian alasan mengapa mereka menjadi spesies indikator yang hebat. Namun, ini juga yang membuat mereka sangat rentan terhadap perubahan iklim dan perubahan suhu. Salah satu dampak utama perubahan iklim terhadap katak adalah perubahan waktu perkembangbiakan mereka. Banyak spesies berkembang biak lebih awal di tahun tersebut karena suhu yang lebih hangat. Ketika hal ini terjadi, ada kemungkinan tidak ada cukup makanan untuk anak-anak mereka setelah kecebong menetas, dan banyak yang tidak mampu mencapai usia dewasa. Dampak yang lebih tidak langsung mungkin termasuk perubahan iklim yang memengaruhi sistem kekebalan amfibi, yang membuat mereka lebih rentan terhadap penyakit. [irp]
  • Jamur chytrid
Jamur chytrid disebut-sebut sebagai alasan paling mengerikan mengapa beberapa amfibi punah adalah jamur. Namanya  penyakit jamur yang disebut chytridiomycosis.  Penyakit ini disebabkan oleh jamur Batrachochytrium dendrobatidis, yang biasa disebut jamur chytrid. Asal muasal jamur ini kemungkinan besar adalah Asia, tetapi sekarang telah menyebar ke sebagian besar dunia. Sayangnya, penyakit ini menyebar dengan cepat dan menyerang amfibi di seluruh dunia. Penyakit ini disebut-sebut sebagai penyebab hilangnya keanekaragaman hayati terbesar dalam sejarah yang tercatat. [irp]
Topik terkait
#perubahan iklim #amfibi #perubahan lingkungan #polutan #peran amfibi #perusakan habitat