Mengulik 3 Faktor yang Menyeret Dunia Amfibi ke Ambang Kepunahan
Klikhijau.com – Unik. Satu kata itu bisa menggambarkan amfibi. Keunikannya, sebab ia hidup di setiap benua kecuali Antartika. Meski begitu, ancaman yang mengintai dunia amfibi juga banyak. Karenanya,...
Klikhijau.com – Unik. Satu kata itu bisa menggambarkan amfibi. Keunikannya, sebab ia hidup di setiap benua kecuali Antartika. Meski begitu, ancaman yang mengintai dunia amfibi juga banyak. Karenanya, tidak mengherankan jika International Union for Conservation of Nature (IUCN) mencatat banyak spesies amfibi terancam punah.
Di dunia ini terdapat lebih dari 7.000 spesies amfibi, termasuk katak, salamander, dan makhluk mirip ular yang disebut caecilian. Sayangnya, hampir sepertiga dari semua spesies amfibi setidaknya terancam punah, dan ratusan spesies terdaftar sebagai sangat terancam punah.
Amfibi seringkali menjadi spesies indikator yang baik. Ketika populasi katak atau salamander mulai menurun, ini bisa menjadi tanda adanya perubahan kecil di lingkungan. Perubahan ini dapat berupa perubahan suhu hingga masuknya polutan ke sungai atau kolam.
Tidak semua jenis amfibi itu tangguh. Banyak yang sangat rapuh. Penyebab kerapuha mereka karena ada yang cara bernapasnya unik. Jadinya, ketika terjadi perubahan kecil di lingkungan mereka, maka itu dapat menyebabkan suatu spesies menjadi terancam punah.
[irp]
Menurut laman Earth, tingkat kepunahan amfibi lebih tinggi daripada hampir semua kelompok organisme lainnya. Penurunan populasi amfibi di seluruh dunia sangat mengkhawatirkan.
Kenapa bisa demikian, kenapa amfibi bisa terancam punah. Dilansir dari Earth, berikut beberapa penyebabnya:
-
Perusakan habitat
-
Perubahan iklim
-
Jamur chytrid