Klikhijau.com – Tidak ada yang benar-benar berdiri sendiri di planet ini. Semuanya saling terhubung satu sama lain. Karenanya, ada satu (spesies) yang punah, maka banyak spesies lain yang dapat terpe...
Klikhijau.com – Tidak ada yang benar-benar berdiri sendiri di
planet ini. Semuanya saling terhubung satu sama lain. Karenanya, ada satu (spesies) yang punah, maka banyak spesies lain yang dapat terpengaruh.
Spesies gajah misalnya, sebuah studi baru yang diterbitkan dalam jurnal Science menunjukkan hal mencemaskan terjadi di savana Afrika. Ketiga gajah disingkirkan dari sebagian wilayah sabana, jumlah kumbang kotoran menurun tajam, dan jasa
ekosistem penting ini pun ikut menurun.
Padahl para peneliti menemukan bahwa gajah mendukung komunitas besar kumbang kotoran, serangga yang membantu mendaur ulang nutrisi, menyebar benih, dan menjaga ekosistem tetap sehat.
Dengan adanya temuan ini, menunjukkan bahwa melindungi gajah juga membantu
melindungi banyak spesies serangga lainnya dan peran penting yang mereka mainkan di alam.
[irp]
Gajah memiliki pengaruh yang sangat besar karena mereka menghasilkan kotoran dalam jumlah besar setiap hari.
Karenanya, studi ini menunjukkan bahwa gajah mendukung jaringan kehidupan serangga yang tersembunyi di savana Afrika. Ketika gajah menghilang, banyak kumbang juga menghilang, dan fungsi ekosistem penting mulai melemah.
“Jadi, kehilangan gajah bukan hanya berarti kehilangan gajah,” kata Todd Palmer, salah satu penulis studi dan profesor madya biologi di Universitas Florida .
“Ini berarti kehilangan sebagian besar keanekaragaman kumbang kotoran dan fungsi ekosistem yang menyertainya,” lanjutnya.
Kumbang kotoran memainkan peran yang sangat penting di alam. Serangga ini memakan kotoran hewan dan menguburnya di dalam tanah.
Saat melakukannya, mereka mengembalikan nutrisi ke tanah, membantu pertumbuhan tanaman, menyebar benih, dan mengurangi hama serta parasit. Pekerjaan mereka bermanfaat bagi habitat liar dan lahan pertanian.
Tanpa kumbang kotoran, limbah hewan akan menumpuk, nutrisi akan bergerak lebih lambat melalui lingkungan, dan banyak tanaman akan kesulitan untuk menyebar.
[irp]
Gajah, spesies terpenting
Para peneliti mempelajari satwa liar di savana Kenya antara tahun 2021 dan 2025. Selama penelitian, tim mengidentifikasi 179 spesies kumbang kotoran dan meneliti kotoran hewan mana yang paling menarik bagi mereka.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kotoran gajah menarik lebih banyak kumbang daripada kotoran zebra, kerbau , jerapah, sapi, dan hewan pemakan tumbuhan lainnya.
Para ilmuwan menemukan bahwa kotoran gajah terkait dengan sekitar dua pertiga dari semua spesies kumbang kotoran di area penelitian. Kotoran
gajah menarik 1,5 hingga 24 kali lebih banyak kumbang daripada jenis kotoran lainnya.
Hal ini menjadikan gajah sebagai spesies terpenting dalam jaringan yang menghubungkan mamalia besar dan kumbang kotoran.
Seekor gajah dewasa dapat menghabiskan hingga 18 jam untuk makan dan dapat mengonsumsi sekitar 300 pon makanan setiap hari.
“Gajah jelas merupakan simpul yang paling terhubung dan paling penting dalam keseluruhan jaringan,” kata Palmer.
“Mereka makan hingga 18 jam per hari, di mana selama waktu itu mereka mengonsumsi sekitar 300 pon makanan dan mengeluarkan hingga 200 pon kotoran per hari.”
Jumlah kotoran yang kaya nutrisi tersebut menciptakan sumber makanan yang sempurna bagi banyak spesies kumbang. Penelitian sebelumnya menunjukkan bahwa seekor gajah dapat memberi makan lebih dari dua juta kumbang kotoran dalam satu hari.
Untuk mengetahui apa yang terjadi ketika gajah menghilang, para peneliti menggunakan eksperimen UHURU di Pusat Penelitian Mpala, Kenya.
[irp]
Sejak tahun 2008, proyek ini menggunakan area berpagar untuk mencegah hewan tertentu masuk sekaligus mengizinkan hewan lain masuk.
Sebelum melihat hasilnya, para ilmuwan membuat model komputer. Model-model ini memprediksi bahwa hilangnya gajah dapat menyebabkan sekitar 28 persen spesies serangga kumbang kotoran menghilang.
Daerah tanpa gajah memiliki 67 persen lebih sedikit kumbang kotoran, 51 persen lebih sedikit biomassa kumbang, dan 23 persen lebih sedikit spesies kumbang.
“Hilangnya spesies sebesar 23 persen hampir sama persis dengan prediksi simulasi komputer tentang kepunahan mamalia terbesar,” kata Palmer.
Hilangnya kumbang kotoran juga menimbulkan masalah lain. Kotoran terurai lebih lambat, dan penyebaran biji menurun.
Perubahan-perubahan ini penting karena memengaruhi bagaimana nutrisi bergerak melalui lingkungan dan bagaimana tanaman baru tumbuh. Seiring waktu, hal ini dapat mengubah seluruh bentang alam.
Para peneliti juga mengamati daerah-daerah di mana hewan ternak seperti sapi banyak terdapat tetapi gajah sebagian besar telah punah. Bahkan dengan banyaknya hewan ternak, populasi kumbang kotoran tetap jauh lebih rendah.
Hal ini menunjukkan bahwa hewan domestik tidak dapat sepenuhnya menggantikan peran gajah dalam mendukung komunitas serangga.
“Gajah memiliki daya tarik tersendiri dan banyak perhatian tertuju pada konservasinya, tetapi terutama demi kepentingan mereka sendiri,” kata Palmer.
“Makalah ini menambahkan argumen baru, yang menunjukkan bahwa gajah bersifat infrastruktur. Kotoran mereka mensubsidi seluruh
komunitas serangga yang secara kolektif melakukan layanan senilai miliaran dolar setiap tahunnya,” pungkasnya.
[irp]
Dari Earth