Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Berita Lingkungan

Inovasi Monitoring Satwa, Gajah Sumatera di BAS Dipantau dengan Drone Thermal

Klikhijau.com –  Pemantauan gajah sumatera terus berkembang. Terbaru dengan menggunakan. teknologi drone thermal. Penggunaan pemindaian suhu ini merupakan metode perdana yang diterapkan di kawasan Ben...

Oleh Tim Redaksi 10 May 2026 08:54 3 menit baca
Klikhijau.com –  Pemantauan gajah sumatera terus berkembang. Terbaru dengan menggunakan. teknologi drone thermal. Penggunaan pemindaian suhu ini merupakan metode perdana yang diterapkan di kawasan Bentang Alam Seblat (BAS). BAS merupakan salah satu habitat krusial bagi gajah sumatera. Karena itu, untuk perlindungan satwa liar di BAS, Kementerian Kehutanan (Kemenhut) melakukan monitoring lapangan. Tujuan monitoring itu adalah untuk memantau kelompok gajah liar. Nah. Alat yang digunakan adalah teknologi drone thermal. Monitoring dengan drone thermal terbukti efektif. Itu terlihat  dari hasilnya yang mampu mengidentifikasi satu kelompok gajah liar berjumlah 17 ekor, terdiri dari 4 ekor anakan dan 13 ekor remaja hingga dewasa. Keberadaan anakan dalam kelompok ini menunjukkan bahwa proses reproduksi dan regenerasi populasi masih berlangsung di habitat alami BAS. [irp] Kegiatan monitoring ini menjadi sangat penting, terutama setelah adanya kejadian kematian 2 ekor gajah liar beberapa waktu lalu, serta sejumlah kasus kematian gajah yang juga pernah terjadi pada tahun-tahun sebelumnya di kawasan BAS dan sekitarnya. Berbagai peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa gajah sumatera masih menghadapi tekanan serius, baik akibat konflik manusia dan satwa liar, degradasi habitat, maupun ancaman lainnya. Penggunaan drone thermal merupakan salah satu bentuk inovasi dan penguatan upaya konservasi yang dilakukan Kementerian Kehutanan dalam mendukung perlindungan gajah sumatera di habitat alaminya. Teknologi ini memungkinkan proses pemantauan dilakukan secara lebih efektif pada area yang sulit dijangkau, sekaligus meminimalkan gangguan terhadap perilaku alami satwa liar. Selain itu, data yang diperoleh diharapkan dapat menjadi dasar dalam penyusunan langkah perlindungan dan pengelolaan habitat yang lebih tepat sasaran.
[irp]
Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Bengkulu, Agung Nugroho menyampaikan bahwa keberhasilan monitoring ini menjadi langkah awal yang penting dalam penguatan upaya konservasi gajah sumatera di Bentang Alam Seblat. “Penggunaan drone thermal dalam monitoring gajah liar di Bentang Alam Seblat merupakan terobosan baru yang sangat membantu tim di lapangan. Dari hasil pemantauan ini, kita dapat mengetahui secara langsung keberadaan kelompok gajah beserta struktur populasinya tanpa memberikan gangguan yang signifikan terhadap satwa. Ini menjadi bagian dari komitmen Kementerian Kehutanan melalui BKSDA Bengkulu dalam memperkuat perlindungan dan pelestarian gajah sumatera,” ujarnya. [irp] Ia juga menambahkan bahwa kelompok yang berhasil dipantau tersebut baru merupakan satu dari beberapa kelompok gajah liar yang berada di kawasan BAS. Oleh karena itu, kegiatan monitoring dan pengamanan habitat akan terus dilakukan secara berkelanjutan guna memastikan seluruh kelompok gajah di Bentang Alam Seblat tetap terpantau dan terlindungi. “Kami berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga habitat gajah sumatera dan mendukung upaya konservasi yang sedang dilakukan. Keberadaan gajah sumatera merupakan bagian penting dari ekosistem hutan yang harus kita jaga bersama,” tambahnya. Kementerian Kehutanan mengajak seluruh pihak untuk terus mendukung upaya pelestarian gajah sumatera beserta habitatnya, sehingga keberadaan satwa dilindungi tersebut dapat terus terjaga untuk generasi mendatang. [irp]
Topik terkait
#satwa liar #gajah sumatera #perlindungan satwa liar #drone #kemenhut #drone thermal #bas #monitoring satwa