Mengintip Desa yang Melawan Kerusakan Alam dengan Transisi Energi Biogas
Klikhijau.com – Desa merupakan lumbung sumber daya alam. Dari desalah, sumber daya alam itu mengalair ke kota. Namun meski begitu, pembangunannya tetap saja finis pada urutan buncit dari pembangunan k...
Klikhijau.com – Desa merupakan lumbung sumber daya alam. Dari desalah, sumber daya alam itu mengalair ke kota. Namun meski begitu, pembangunannya tetap saja finis pada urutan buncit dari pembangunan kota.
Namun, ada pula desa yang mampu bangkit, memandirikan diri dari ketergantungan akan kota. Desa-desa ini menjadikan sumber daya alam yang ada di sekitarnya lebih bermanfaat, sehingga tak lagi menggantukan diri pada produksi barang-barang kota.
Desa, nyaris menyediakan semua yang dibutuhkan untuk menyambung napas warganya, dalam hal energi misalnya, khususnya energi biogas.
[irp]
Iya, salah satu yang bisa ditempuh adalah mengembangkan untuk merdeka dari penggunaan gas adalah dengan biogas atau gas yang dihasilkan dari fermentasi bahan organik.
Bahan-bahan itu bisa berupa kotoran manusia, hewan, dan limbah organik yang memiliki kandungan metana dan karbon dioksida.
Apalagi saat ini telah ada program Biogas Rumah (BIRU). Program ini merupakan hasil kerjasama Kementrian Energi dan Sumber Daya Mineral dengan pemerintah Belanda dan Norwegia.
Tujuannya untuk membantu masyarakat desa menyediakan reaktor biogas di sembilan provinsi di Indonesia.
Kerjasama itu telah melahirkan desa yang mandiri dalam pengguanaan gas. Desa-desa ini tak perlu lagi puyeng untuk membeli gas saat hendak memasak atau ke hutan mencari kayu bakar.
Program tersebut secara otomatis pula, telah berkontribusi dalam pelestarian alam, karena masyarakat tak lagi menebang pohon untuk keperluan memasak. Dan juga kotoran dan limbah tak lagi mencemari lingkungan pula.
Ini 5 desa yang melawan kerusakan alam dan memerdekakan diri dalam penggunaan gas tanpa perlu mengeluarkan biaya
Ini 5 desa yang membuktikan jika kemandirian dalam penggunaan gas bisa diterapkan melalui biogas.
-
Desa Penyabangan, Bali
-
Pasuruan, Jawa Timur
-
Cabbeng Bone, Sulawesi Selatan
-
Desa Argosari, Malang
-
Desa Medowo, Kediri