Mengenal Senggani, Tanaman Liar dengan Ragam Manfaat Istimewa
Klikhijau.com – Senggani (Melastoma malabathricum L), sekilas amat mirip dengan nama orang. Jangan salah yah Sahabat Hijau, senggani adalah nama tumbuhan liar yang kerap dijadikan herbal. Tumbuhan...
Klikhijau.com – Senggani (Melastoma malabathricum L), sekilas amat mirip dengan nama orang. Jangan salah yah Sahabat Hijau, senggani adalah nama tumbuhan liar yang kerap dijadikan herbal.
Tumbuhan ini menyukai tumbuh di area terbuka dengan akses sinar matahari optimal. Karenanya, tumbuhan liar ini biasa dibasmi begitu saja karena memenuhi kebun-kebun warga.
Namun, bagi mereka yang paham manfaatnya, senggani akan dibiarkan tumbuh atau bila perlu dibudidaya.
Seperti kata pepatah “tak kenal, maka tak sayang”--artikel ini akan mengenalkan Anda perihal senggani, seluk-beluk dan ragam manfaat istimewanya.
Faktanya, tumbuhan liar ini memiliki khasiat untuk kesehatan.
[irp]
[irp]
Klasifikasi
Senggani tergolong tumbuhan dari famili Melastomataceae dan genus Melastoma. Tanaman perdu ini umumnya dapat dijumpai di lereng gunung, tepi jurang, pinggir hutan, hingga semak belukar. Lalu, apa saja penamaan tanaman ini di Indonesia? Di Sumatera, tanaman ini dinamai senduduk. Di Jawa, lebih populer dengan nama senggani, sengganen, kluruk, kemanden, atau harendong. Apa nama tanaman ini di kota Anda? Yuk, beri komentar di halaman komentar artikel ini. Secara ilmiah, klasifikasi senggani sebagai berikut:| Kingdom | Plantae |
| Filum | Spermatophyta |
| Kelas | Dicotyledoneae |
| Ordo | Myrtales |
| Famili | Melastomataceae |
| Genus | Melastoma |
| Spesies | Melastoma malabathricum L. |
Morfologi
Sepintas tanaman ini terlihat berukuran kecil. Padahal, tanaman dengan batang kayu berwarna cokelat ini dapat tumbuh tegak setinggi 1,5 sampai 5 meter. Daunnya berbentuk tunggal bertangkai. Posisi dedaun berhadap-hadapan seolah saling bersilang. Tiap helai dedaunnya berwarna hijau, berbentuk bulat telur sepanjang 2 sampai 20 cm dan lebar 1 hingga 8 cm. Pada bagian ujung dan pangkal daunnya meruncing, tepian daun cukup rata. Tiap daun memiliki tiga tulang yang melengkung dengan panjang tangkai sekira 5 hingga 12 milimeter. [irp]Khasiat dan kandungannya
Pohon senggani dikenal sebagai salah satu tanaman khas Indonesia yang bisa dimanfaatkan untuk pengobatan. Bahkan hampir semua bagiannya, baik buahnya, bunga, dan daunnya bisa dipakai untuk pengobatan dan pengawet alami makanan. Senggani juga kerap dimanfaatkan sebagai pewarna makanan alami yang tidak mengandung zat berbahaya. Bijinya dapat dijadikan pewarna hitam alami, sedangkan akarnya menghasilkan warna merah jambu. Dikutip dari Rimbakita, merujuk dari catatan Kementerian Kesehatan tahun 1995, senggani mengandung sejumlah senyawa penting antara lain tanin, steroida atau triterpenoida, dan flavonoid. Adapun senyawa kimia yang telah berhasil diidentifikasi, antara lain flavonoid, tanin, dan saponin. Dari Jurnal Ilmu-ilmu Hayati tahun 2009 yang dipublikasikan oleh LIPI, diungkap bahwa senggani ternyata dapat dimanfaatkan untuk pengobatan. Diantaranya sebagai obat luka dan borok, disentri, diare, sakit gigi, hipertensi dan obat kumur. Tanaman ini juga dipercaya berkhasiat sebagai penurun panas, peluruh urin, penghilang bengkak, penghilang rasa sakit, pelancar aliran darah, penghenti pendarahan atau hemostatik. [irp] Senggani bahkan diyakini berkhasiat memperlancar produksi Air Susu Ibu (ASI). Bagian daun termuda senggani bisa dikonsumsi sebagai lalapan atau hanya direbus untuk mengatasi rematik, radang sendi atau artritis, dan relaksasi pada kaki. Sementara, dedaun, biji, buah, dan akarnya terbukti ampuh untuk menetralkan racun. Cara pemanfaatannya cukup mudah, setiap bagian senggani hanya perlu direbus, lalu diminum airnya. Daun senggani juga bisa dijadikan media pengembangbiakan ulat sutera. Sementara daging buahnya atau pulp di sekeliling bijinya bisa dimakan dan menyehatkan, karena mengandung senyawa yang baik untuk tubuh meski rasanya pahit. [irp]Manfaat Senggani Untuk Kesehatan
Nah, penasaran apa saja manfaat senggani untuk kesehatan, lebih lengkapnya antara lain:-
Keputihan
-
Disentri Basiler
-
Menetralkan racun pada singkong
-
Diare
-
Bisul