Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Berita Lingkungan

Menepis Stigma Kerja Tradisional, Anak Muda Dorong Potensi Bisnis Pangan Organik

Oleh Reihan Zainal 10 Sep 2026 21:56 2 menit baca

Klikhijau.com - Akses pasar dan kerumitan sertifikasi legalitas masih menjadi tembok besar bagi para petani pangan organik di Indonesia. Padahal, permintaan akan komoditas ramah lingkungan dan sehat terus meningkat seiring tingginya kesadaran masyarakat terhadap kualitas pangan.

Sektor pertanian organik kini tidak lagi bisa dipandang sebatas kegiatan bercocok tanam tradisional. Lebih dari itu, sektor ini membutuhkan pendekatan ekosistem bisnis modern, mulai dari kepemimpinan, kepastian sertifikasi, hingga strategi pemasaran yang adaptif.

Pendiri startup pertanian TANIO, Muh. Hilmi Ikhsan Sabur, mengungkapkan bahwa hambatan utama petani organik saat ini terletak pada pemenuhan standar sertifikasi resmi dan keterbatasan akses untuk menembus pasar modern. Tanpa legalitas yang jelas, hasil panen organik sulit mendapatkan nilai tambah di mata konsumen.

"Akses pasar dan perizinan atau sertifikasi menjadi hambatan utama petani dalam menjual hasil panen, terutama di segmen organik yang menuntut standar dan legalitas jelas," kata Hilmi dalam diskusi webinar pertanian organik yang digelar KlikHijau, Kamis (10/9/2026).

Untuk menjembatani celah tersebut, TANIO hadir memberikan pendampingan pengurusan izin, perbaikan kemasan, hingga jalur distribusi. Hilmi mencontohkan, produk beras organik yang dipasarkan TANIO kini dikemas dengan mengusung narasi kesehatan, salah satunya sebagai komoditas aman bagi penderita diabetes. Pendekatan narasi dan segmentasi pasar ini terbukti mampu memperluas daya serap produk di tingkat konsumen.

Di sisi lain, potensi besar sektor pertanian kerap terbentur oleh minimnya minat generasi muda akibat stigma pekerjaan kelas dua. Praktisi pertanian asal Kalimantan Timur, Fatoni Saputra, menilai anak muda sering memandang sektor ini dengan sebelah mata karena belum melihat alur bisnis yang menjanjikan secara finansial.

"Minat anak muda terhadap pertanian akan meningkat apabila sektor ini dikaitkan dengan peluang bisnis yang menjanjikan, bukan hanya sekadar kegiatan fisik," ujar Fatoni yang juga Founder Sekolah Tani Indonesia.

Menurut Fatoni, keterlibatan anak muda membawa energi baru berupa inovasi teknologi dan model bisnis modern. Integrasi antara regenerasi petani dan pengelolaan bisnis yang matang menjadi kunci utama mengubah citra pertanian dari sektor tradisional yang terbelakang menjadi bisnis masa depan yang kompetitif.

Direktur KlikHijau menegaskan, pertanian organik merupakan fondasi penting bagi keberlangsungan ekosistem dan masa depan ketahanan pangan nasional. Pendekatan organik terbukti mampu menjaga kualitas tanah, mengurangi ketergantungan pada pupuk maupun pestisida kimia, sekaligus membuka peluang usaha yang berkelanjutan.

Transformasi pertanian nasional kini memerlukan sinergi pada empat lini utama: pengembangan model bisnis yang menghubungkan petani ke pasar modern, penguatan peran kepemimpinan perempuan di perdesaan, strategi komunikasi publik yang efektif, serta kepastian regenerasi petani muda.

 

Topik terkait
Pertanian Organik Tanio Pemuda Petani Sekolah Tani Indonesia