Menelusuri Sejarah dan Keistimewaan Pala, Tanaman Kebanggaan Indonesia
Klikhijau.com - Tanaman pala (Myristica fragrans) merupakan tanaman asli Indonesia. Tanaman ini merupakan tanaman endemik Indonesia. Awalnya hanya tumbuh endemik tumbuh di Kepulauan Banda, Provinsi M...
Klikhijau.com - Tanaman pala (Myristica fragrans) merupakan tanaman asli Indonesia. Tanaman ini merupakan tanaman endemik Indonesia. Awalnya hanya tumbuh endemik tumbuh di Kepulauan Banda, Provinsi Maluku.
Namun, saat ini pala telah menyebar hampir di seluruh tanah air sebagai tanaman budidaya, misalnya di Kabupaten Bulukumba, Sulawesi Selatan. Telah banyak masyarakat yang menanam pala, bahkan telah ada yang menikmati hasilnya.
Dilansir dari The Guardian, pala jadi sumber kehidupan Kepulauan Banda. Rempah ini kemungkinan besar berevolusi di sini dan selama berabad-abad lamanya Banda jadi satu-satunya tempat pala tumbuh.
Sekitar tahun 1000 Masehi, Ibnu Sina mendeskripsikan pala sebagai ‘jansi ban’ atau biji Banda. Kemudian pala diperkenalkan di Eropa oleh pedagang Arab yang mengirimnya ke Venesia untuk kemudian dihidangkan di meja-meja para bangsawan Eropa.
[irp]
Pada abad ke-14 harga pala sangat fantastis. Perburuan pala bisa dikatakan telah membantu pembangunan dunia modern komersial. Pada 1453, bangsa Turki Ottoman menaklukan Konstantinopel yang sekarang jadi Istanbul, Turki
Di Jerman disebutkan bahwa 1 pon pala, dihargai setinggi "Seven Fat Oxen", atau "Tujuh Sapi Jantan Dewasa yang Gemuk"
Dalam buku berjudul ‘Sehat dengan Rempah dan Bumbu Dapur’ (2020) karya Made Astawan, yang diterbitkan Penerbit Buku Kompas, disebutkan bahwa buah pala punya bentuk mirip dengan buah pir.
Ujungnya agak meruncing dengan kulit yang licin, berdaging, dan punya cukup banyak kandungan air. Daging buahnya sendiri punya tekstur agak keras dan berwarna keputih-putihan, bergetah, serta punya rasa yang kelat. Diameternya berbeda-beda antara 3-9 sentimeter.
[irp]