Memperpanjang Napas Pesut Mahakam di Tangan Konservasi

Klikhijau.com – Pagi masih terasa gigil. Namun, kabar baik dari Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur menghangatkannya. Kabar itu perihal pesut mahakam yang belum lama ini habitatnya dijadikan kawasan k...

Memperpanjang Napas Pesut Mahakam di Tangan Konservasi
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Pagi masih terasa gigil. Namun, kabar baik dari Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur menghangatkannya. Kabar itu perihal pesut mahakam yang belum lama ini habitatnya dijadikan kawasan konservasi.

Hal itu ditandai dengan ditandatanginya SK Pencadangan Kawasan Konservasi Perairan Habitat Pesut Mahakam seluas 43.117,22 hektar oleh Bupati Kutai Kartanegara [Kukar], Edi Damansyah

Keluarnya SK tersebut berkat usaha Yayasan Konservasi Rare Aquatic Sepsies of Indonesia [YK RASI] dengan Pemerintah Kabupaten Kutai Kartanegara dan masyarakat setempat.

Keluarnya SK Kawasan Konservasi tersebut memang sudah seharusnya, karena pesut mahakam atau Orcaella brevirostris merupakan simbol Provinsi Kalimantan Timur, yang habitatnya berada di Sungai Mahakam.

Pesut mahakam dinamai juga lumba-lumba air tawar karena ukurannya tidak biiasa. Untuk pesut dewasa, panjangnya hingga 2,3 meter dengan berat mencapai 130 kg. Tubuhnya abu-abu atau kelabu dengan bagian bawah lebih pucat.

Kawasan konservasi tersebut terbagi dari zona inti seluas1.081,28 hektar, zona perikanan berkelanjutan seluas 14.947,65 hektar, kawasan hutan sempadan sungai seluas 2.169,44, areal hutan sempadan danau mencakup 563,79 hektar, dan zona rehabilitasi dan perlindungan hutan gambut dan rawa-rawa seluas 24.355,06 hektar.

Tersisa 81 ekor

Keluarnya SK Pencadangan Kawasan Konservasi Perairan Habitat Pesut Mahakam. Menjadi harapan yang besar bagi kelanjutan hidup pesut mahakam yang semakin hari semakin berkurang.

Penelitian yang dilakukan RASI pada 2018 hingga Mei 2019 menunjukkan jumlah pesut mahakam diperkirakan hanya 81 individu saja

Sepanjang tahun 2019 lalu lalu, dilaporkan empat ekor pesut mahakam mati. Jika itu terus berlanjut bukan tidak mungkin, pesut mahakam hanya jadi cerita saja.

Danielle Kreb, peneliti RASI, mengatakan, dengan disetujuinya pencadangan kawasan konservasi ini diharapkan angka kematian pesut di Sungai Mahakam berkurang.

“Selama ini, angka kematian pesut di Sungai Mahakam mencapai 66 persen. Bersama Bupati dan masyarakat Kukar, kami melakukan berbagai upaya dan baru sekarang bisa dimasukkan dalam Peraturan Bupati,” jelasnya seperti dimuat Mongabay belum lama ini.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2