Membincangkan 4 Spesies Baru Kepiting yang Ditemukan di Indonesia

Klikhijau.com –  Kepiting. Hmm, saya punya banyak kenangan tentangnya. Dulu sewaktu kecil. Saya kerap ke sungai atau ke selokan menangkapnya. Ada keseruan tersendiri saat berburu kepiting. Apalagi...

Membincangkan 4 Spesies  Baru Kepiting yang Ditemukan di Indonesia
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Karena itulah spesies baru ini dinamai Typhlocarcinops hirtus, yang merupakan spesies pertama yang diketahui hidup di area pasang surut.



  •  Typhlocarcinops lapillus



Tanimbar merupakan lokasi di mana spesies baru kepiting ini ditemukan. Ia ditemukan pada tahun 1994. Sudah cukup lama, bukan?

Ia memiliki tubuh yang halus dan mengkilat. Tidak memiliki bulu maupun duri.  Ia diberi nama Lapillus  (bahasa latin) yang berarti batu mulia kecil.

Penamaan itu sesuai dengan karakteristiknya yang bertubuh kecil, halus, dan mengkilat berwarna putih seperti perhiasan kecil.

Spesies yang ditemukan merupakan kepiting betina yang memilki ukuran 4.5 x 2.8 mm.



  •   Typhlocarcinops robustus



Spesies ini ditemukan di Timaka pada tanggal 19 April 2020 oleh Dwi Listyo Rahayu. Nama robustus diambil dari bahasa latin yang berarti kokoh.

Penamaan itu berdasarkan bentuk tubuh dan capitnya yang terlihat kokoh dan kuat, sehingga terkesan tangguh menghadapi segala rintangan.

Setidaknya ada dua ekor dari spesies ini yang ditemukan di perairan laut Arafura Sea, Papua Indonesia.

Keduanya seperti sepasang kekasih, yakni jantan dan betina. Untuk yang berjenis kelamin jantan memilki ukuran 8.5x6.8 mm. Sedangkan yang betina memiliki ukuran 8.5x6.5 mm



  • Typhlocarcinops raouli



Selain Typhlocarcinops robustus, spesies lain yang ditemukan di Timika adalah Typhlocarcinops raouli. Kepiting ini mempunyai bentuk tubuh persegi panjang dengan capit yang langsing.

Pemberian nama Raouli bertujuan untuk memberi penghargaan kepada Raoul Serene yang merupakan seorang ahli kepiting asal Prancis.

Secara kebetulan Raouli mempelajari kepiting dari  kelompok Typhlocarcinops raouli ini. Untuk jenis spesies ini peneliti menemukan cukup banyak, yakni 14 ekor.

Dari 14 ekor itu, ditemukan 2 di antaranya satu jantan berukuran 6.5x4.4 mm pada tanggal 2 November 1999. Dan satu kepiting betina berukuran 6.0x4.0 mm yang ditemukan pada tahun 2000.

Meski telah lama ditemukan, tapi keempat spesies baru kepiting itu baru diumumkan. Hal itu dikarenakan proses deskripsi dan pemetaan spesies baru memang umumnya membutuhkan waktu lama. Hal Itu karena harus diadakan pemeriksaan keberadaan spesies-spesies tersebut di berbagai museum-museum di seluruh dunia.⁣

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2