Menularkan Spirit Hidup Hijau Versi penuh
Sastra Hijau

Membaca Firasat Sunyi di Matamu

(Kepada Nek, Samliah) Di malam yang mengalirkan keheningan hingga ke ubun-ubun Aku merasakan detak jantungmu Berdetak sepi, dan kau memandangi wajahku penuh mesra, dengan segala kehangatan yang b...

Oleh Redaksi 08 Mar 2019 23:17 2 menit baca
(Kepada Nek, Samliah) Di malam yang mengalirkan keheningan hingga ke ubun-ubun Aku merasakan detak jantungmu Berdetak sepi, dan kau memandangi wajahku penuh mesra, dengan segala kehangatan yang bernama cinta di tubuhmu Sebab aku tahu, kau adalah seribu muara cerita dari masa lalu yang getir dan penuh luka Dan hari ini aku hendak berada tepat dalam kesunyian di tubuhmu Sambil mendengarkan dongeng dongeng purbamu yang syahdu menjelma kisah klasik dan tragedi dalam puisi pun sajak cintamu Nek, aku ingin tinggal sejenak di matamu, menunggu bunga tumbuh mekar dan hingga nantinya pun layu Menyusuri hutan kenangan penuh cahaya Menikmati binar kesedihan ketika kelopaknya mengerlip hingga terlelap dalam tidur tanpa prasangka Biar aku belajar terus hidup penuh cinta Seperti dalam hikayat kisahmu Yang kau toreh pada setiap pagi sebelum matahari pecah di kejauhan Dan bayang bayang menjadi satu [irp posts="2533" name="Pembakar Kisah di Danniari"] Nek, ceritakanlah kembali padaku tentang kisah heroik Kakek Sambil aku belajar membaca firasat waktu yang kau sembunyikan di wajahmu, Metafora di senyum kecilmu yang masih saja tak mampu aku terjemahkan Dengan sepotong alegori Tanda dan semiotika dua kutub hadir saling menarik kematian Air sungai yang terus mengalir menuju ke laut, sebab laut adalah tempatnya berpulang Mempertemukan kerinduan Di matamulah sunyi itu bermain diam-diam Dari rahasia ke rahasia [irp posts="2406" name="Mengintip Gerakan Ekoliterasi Kaum Muda Milenial"] Nek, aku ingin sejenak tinggal di tubuhmu Berpuisi dan sajak tentang keindahan Dan juga tentang kematian Tentang semangat luar biasa Agar hidup menjadi baik dengan cinta Nek, kau adalah rumah tempatku datang membawa penat dan kesah Rumah, tempatku membaca rumus kehidupan dan menerjemahkan firasat sunyi Manyampa, di tahun 2019 Penulis:
Rahma Aryanti Bahtiar Penikmat sastra, seorang ibu rumah tangga
[irp posts="2211" name="Memahami Bumi Sebagai Rahim Ibu"]
Topik terkait
#puisi #membaca firasat sunyi di matamu #rahma aryanti bahtiar