Memahami Suksesi Ekologi pada Ekosistem, Pengertian dan Jenisnya

Klikhijau.com – Ekosistem dalam lingkungan mengalami suatu proses penting yang disebut dengan suksesi ekologi. Apa itu suksesi ekologi dalam ekosistem? Artikel ini akan membahas mengenai suksesi ek...

Memahami Suksesi Ekologi pada Ekosistem, Pengertian dan Jenisnya
Bacakan Artikel

Ini terjadi akibat aliran lava, gletser yang menyusut, bukit pasir yang baru terbentuk, dan lainnya. Seiring waktu terjadi invasi oleh makhluk hidup perintis hingga akhirnya terbentuk suatu vegetasi yang stabil.

Jadi batu-batuan yang rusak total yang dimaksud, karena pengaruh iklim pada siang hari akan kepanasan dan kering. Lalu, pada malam hari atau waktu hujan akan kedinginan atau basah terkena air hujan atau embun dan menyebabkan pelapukan.

Debu-debu atau pelapukan dari bebatuan tersebut terdapat lapisan bahan organik yang dapat ditumbuhi oleh tetumbuhan sederhana seperti lumut kerak atau algae yang disebut sebagai tumbuhan pionir.

Dengan kehadiran tumbuhan pionir  dan pengaruh iklim menyebabkan pelapukan terus terjadi dan semakin banyak, begitu pula bahan organik semakin tebal sehingga dapat ditumbuhi oleh organisme yang lebih tinggi tingkatannya seperti Spyrogira.

Proses ini akan memerlukan waktu sekira 2- -25 tahun. Semakin lama bahan organiknya semakin tebal sehingga dapat ditumbuhi oleh tanaman setahun seperti herba.

Lalu, dalam waktu sekira satu abad habitat tersebut akan ditumbuhi oleh tanaman tahunan dan dapat mencapai klimaks. Jika jalannya prosesi ini dipengaruhi oleh iklim, maka ia disebut Klimaks-klimatis. Namun, jika dipengaruhi oleh habitat maka ia disebut Klimaks edaphis.

Suksesi Sekunder

Suksesi sekunder sebenarnya memiliki proses yang mirip dengan suksesi primer. Perbedaannya adalah pada keadaan kerusakan ekosistem atau kondisi awal dari habitatnya.

Ekosistem tersebut mengalami gangguan, akan tetapi tidak total, alias masih ada komunitas yang tersisa. Gangguan tersebut bisa disebabkan oleh kebakaran, kebanjiran atau oleh tangan manusia.

Pendeknya, suksesi sekunder terjadi jika ada insiden yang mengganggu ekosistem dan melenyapkan sebagian biota yang ada. Contohnya seperti tegalan-tegalan, padang alang-alang, semak belukar  bekas lading atau kebun-kebun yang ditinggal.

Karena organisme dalam komunitas tidak sepenuhnya musnah, sisa-sisa dari kehidupan awal masih ada. Ini membuat proses suksesi jauh lebih cepat daripada suksesi primer karena tanah dan nutrisi masih tersedia.

Demikianlah penjelasan mengenai suksesi ekologi dalam ekosistem, semoga menambah wawasan kita semua!

*Sumber:

- Kumparan

- Buku “Prinsip-Prinsip Ekologi” karya Prof. Dr. Zoer’aini Djamal Irwan, Bumi Aksara 2015.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2