Melihat Kesiapan Warga Kota Makassar Memilah Sampah dari Rumah

Melihat Kesiapan Warga Kota Makassar Memilah Sampah dari Rumah
Abel, Pekerja pengangkut sampah yang menggunakan kendaraan roda tiga, melakukan pemilahan mandiri setelah menjemput dari rumah ke rumah di kelurahan Maradekaya Selatan, Kecamatan Makassar. - (Foto: Nur Adriani/Klikhijau.com)
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Sampah yang selama ini dianggap sebagai sesuatu yang harus disingkirkan, kini melaui kebijakan pemerintah mulai mendorong pemilahan sampah dari rumah sejak 1 Agustus 2026 untuk mengurangi beban TPA, sebagian warga dituntut mengubah kebiasaan, sementara pemulung di TPA Tamangapa mulai merasakan berkurangnya sampah bernilai ekonomi yang mereka andalkan.

Kebijakan ini membawa tujuan lingkungan yang jelas, tetapi pelaksanaannya menghadirkan persoalan yang tak sederhana, seberapa siap warga Makassar mengubah kebiasaan memilah sampah dari rumah?

Di tingkat rumah tangga, kesadaran untuk memilah sebenarnya mulai tumbuh. Sejumlah warga memahami manfaat pemilahan, tetapi pengetahuan belum otomatis menjadi kebiasaan. Ketika sampah yang telah dipisahkan kembali tercampur karena keterbatasan fasilitas dan sistem pengangkutan, upaya warga pun kehilangan makna. Di sisi lain, pemulung dan pengangkut sampah harus menyesuaikan diri dengan perubahan sistem yang secara langsung memengaruhi pekerjaan mereka.

Demikian yang kami jumpai, beberapa warga mengaku memahami dan mengetahui tentang pentingnya memilah sampah, tapi belum menjadikan itu sebgai kebiasaan dalam praktik sehari-hari.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2
Editor

Arman Jaya

Bergiat di isu-isu ekososial, pesisir dan pedesaan