Melalui Sinergi dan Kolaborasi yang Kuat, Pengurangan dan Penghapusan Merkuri Dapat Tercapai
Klikhijau.com - Penguatan Komitmen Bersama dan Koordinasi Pengendalian Peredaran Merkuri di Indonesia berhasil digelar oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Kegiatan tersebut sebag...
Klikhijau.com - Penguatan Komitmen Bersama dan Koordinasi Pengendalian Peredaran Merkuri di Indonesia berhasil digelar oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK)
Kegiatan tersebut sebagai bagian dari implementasi Deklarasi Bali tentang Pemberantasan Perdagangan Ilegal Merkuri yang diadopsi pada COP-4 Konvensi Minamata tahun 2022.
Tujuan digelarnya kegiatan tersebut adalah untuk memperkuat koordinasi antar organisasi serta membangun sinergi dengan pemerintah daerah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat sipil dalam mengendalikan peredaran merkuri, khususnya yang berasal dari pertambangan emas skala kecil (PESK).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan, Alue Dohong. Alue hadir mewakili Menteri LHK.
[irp]
Wamen KLHK tidak hadir sendiri pada kegiatan tersebut. ia hadir bersama pejabat tinggi Kementerian Perdagangan, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral, Kepolisian RI, dan Kejaksaan Agung RI. Para pimpinan Kementerian/Lembaga ini menekankan pentingnya memperkuat komitmen bersama untuk memberantas peredaran merkuri ilegal di Indonesia.
Sekretaris Eksekutif Konvensi Minamata, Monika Stankiewicz, juga memberikan Perayaan dalam kegiatan tersebut. Sebagai simbol komitmen, acara tersebut ditandai dengan penekanan tombol oleh Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan serta Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah, Limbah, dan Bahan Berbahaya dan Beracun, yang didampingi oleh pejabat terkait sebagai bentuk dukungan penuh dalam pengendalian peredaran merkuri.
Pencemaran lingkungan akibat penggunaan merkuri terbukti memiliki dampak yang signifikan terhadap lingkungan. Pada tahun 2015, Asia Tenggara dan Asia Timur mencatat penggunaan merkuri tertinggi di dunia, terutama di sektor Pertambangan Emas Skala Kecil (PESK) yang tersebar luas di Indonesia.
[irp]
Menurut laporan UNEP, lebih dari separuh merkuri yang digunakan di PESK hosting secara ilegal, dan beberapa di antaranya dapat dengan mudah diperoleh secara berani.
Sebagai bentuk pengendalian peredaran merkuri di Indonesia, pemerintah telah mengambil berbagai tindakan konkret, seperti mengatur sistem perdagangan impor merkuri, menyita 36,29 ton batu sinabar dan lebih dari 20 ton merkuri elemental, melakukan peringatan publik atas penemuan 135 kosmetik yang mengandung merkuri oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) pada tahun 2023, mengawasi dan menghapus lebih dari 700 tautan perdagangan ilegal merkuri di platform marketplace, menarik alat kesehatan yang mengandung merkuri di 15 provinsi, serta membangun fasilitas pengolahan emas bebas merkuri di 10 lokasi di Indonesia.
[irp]