Media Perlu Memberi Perhatian terhadap Perdagangan Karbon di Indonesia

Klikhijau.com – Asosiasi jurnalis lingkungan, The Society of Indonesian Environmental Journalists (SIEJ) mendorong media di Indonesia untuk memberikan perhatian lebih terhadap isu penanganan perubahan...

Media Perlu Memberi Perhatian terhadap Perdagangan Karbon di Indonesia
Bacakan Artikel

Pihaknya bahkan akan makin intens mendorong dan mengajak media di Indonesia untuk bisa memberikan porsi terhadap isu lingkungan dalam rencana redaksinya.

“SIEJ bahkan berharap bisa berperan dalam meningkatkan kesadaran media terhadap isu-isu lingkungan dalam upaya membangun kembali lingkungan dan ekonomi hijau pasca pendemi COVID-19,” ujar Rochimawati.

Pengelolaan hutan berbasis masyarakat

Manajer Kampanye Keadilan Iklim WALHI, Yuyun Harmono, mengungkapkan isu pengelolaan hutan di Indonesia kerap selalu dihubungkan dengan wacana perdagangan karbon.

Dalam pengelolaan hutan berbasis masyarakat pun sesungguhnya selalu muncul ketidakadilan. Terutama dalam hal bagaimana menggunakan pendekatan nilai untuk pengelolaan hutan.

Negara cenderung terlihat menjadikan karbon sebagai nilai pendapatan yang perlu digarap.

“Padahal masyarakat menjaga hutan awalnya bukan untuk itu, namun bagimana hutan bisa menjadi sumber kehidupan sekaligus sebagai benteng mencegah bencana. Saya pikir ada ketidakadilan pada hal ini. Negara kerap mengunakan pendekatan menjaga hutan untuk urusan karbon,” kata Yuyun dalam diskusi Editor Meeting bertemakan Perdagangan Karbon di Indonesia (29/5).

Menurut M. Shofwan, Pengurus LPHD Jambi pengelolaaan hutan berbasis masyarakat sesungguhnya merupakan pendekatan yang baik dalam menjaga keseimbangan lingkungan. Cara ini bahkan bisa mendorong kesejahetaraan masyarakat tanpa kemudian menimbulkan masalah.

“Dan perdagangan karbon adalah salah satu bonus saja. Tetapi manfaat besar dari pengelolaaan hutan itu adalah lingkungan tetap terjaga. Bencana bisa dikurangi. Ekonomi masyarakat pun bisa tumbuh,” ujar Shofwan.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2