Masyarakat Kahayya Deklarasikan LKBMK sebagai Wadah Cinta pada Lingkungan

Klikhijau.com – Hujan tumpah di hari Minggu kemarin, 16 Oktober 2022—nyaris tanpa jeda. Tumpahan air dari langit itu serupa tumpahan semangat masyarakat Kahayya yang tidak mengendor. Sebab dalam su...

Masyarakat Kahayya Deklarasikan LKBMK sebagai Wadah Cinta pada Lingkungan
Bacakan Artikel

Richal juga menambahkan, kopi kahayya mungkin adalah satu-satunya kopi yang memiliki latar belakang sejarah tersendiri sebagai nilai dan identitas masyarakat Desa Kahayya, baik dalam aspek spiritual kebudayaan maupun segi kearifan lokal. Bahkan nama Desa Kahayya mengambil hikmat daripada penyebutan tentang kopi, yakni “kaha.

“Untuk itu LKMBK bertekad satu untuk melestarikan kopi kahayya yang menurut kami adalah bagian daripada budaya kami yang berada diambang kepunahan, untuk itulah, marilah kita pertahankan kopi kahayya sebagai salah satu pohon yang kita lindungi bersama agar generasi muda dan generasi mendatang tahu dan sadar akan identitasnya sebagai “orang kahayya,” harapnya.

Selain itu, menurutnya perlu pula mensinambungkan antara tanaman kopi dengan pohon-pohon pelindung sebagai wujud konservasi alam serta pendayagunaan dalam pencegahan bencana alam sekaligus menanggapi isu global tentang isu krisis iklim yang menghantam dunia. Desa Kahayya harus mampu menyumbangkan sedikit banyaknya solusi sebagai penyedia kebutuhan udara bersih bagi masyarakat Kabupaten Bulukumba. Tidak hanya itu, LKMBK bertekad pula turut serta dalam menjaga kebutuhan air bersih untuk segala aktivitas baik yang primer maupun sekunder di segenap kawasan lingkungan Kabupaten Bulukumba yang termasuk di dalam Daerah Aliran Sungai (DAS) Balangtieng,” tegasnya.

Suguhan kuliner khas

Selain tumpahan hujan, hal menarik dari deklarasi LKMBK adalah suguhan kuliner tradisional Kahayya, yakni kanre campe’. Perihal kanre campe’ ini, sahabata hijau bisa baca di SINI

Selain suguhan kanre campe’ satu hal lagi yang tak boleh alpa disuguhkan adalah seduhan kopi kahayya yang nikmatnya tiada tara.

“Dalam momentum ini, saya merasa bersyukur atas berdirinya LKBMK ini, artinya Bulukumba dapat melakukan penyelamatan lingkungan hidup beserta ekosistemnya secara mandiri. Jadi, masyarakat Bulukumba telah memiliki wadah yang dapat diharapkan menjadi pelopor penghijauan dan menjamin adanya udara bersih di ruang lingkup Kabupaten Bulukumba, ” ujar Callu salah satu undangan yang hadir dan merupakan Ketua KPA Ma’bulo Sibatang.

Deklarasi LKMBK mendapatkan support  dari berbagai pihak, baik dari organisasi/komunitas yang bergerak dibidang konservasi alam dan lingkungan hidup maupun dari organisasi sosial dan karang taruna yang ada di Kabupaten Bulukumba dan di luar Bulukumba,  di antaranya Komunitas Anak Sungai Rammang-Rammang, Kab. Maros, Green Peace,  Klikhijau.com, Komunitas Pencinta Alam Ma’bulo Sibatang, Karama Literasi, dan Karang Taruna Pammulai, Desa Pantama.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2