Masyarakat di Sekitar TN Gunung Palung Berkreasi Membuat Ecopolybag Berbahan Bambu

Klikhijau.com – Masyarakat di sekitar Taman Nasional (TN) Gunung Palung Kalimantan Barat mengembangkan ecopolybag selama pandemi. Kegiatan ini dilakukan berkolaborasi dengan Yayasan Alam Sehat Lest...

Masyarakat di Sekitar TN Gunung Palung Berkreasi Membuat Ecopolybag Berbahan Bambu
Bacakan Artikel

Kayek Melayet Besame merupakan spesialis kelompok pengrajin anyaman berbahan dasar bambu, rotan dan resam yang HHBK tersebut dipungut dari dalam Kawasan taman nasional.

Polybag ramah lingkungan

Kepala RPTN Pangkal Tapang pada Balai TN Gunung Palung sekaligus Fasilitator masyarakat di Desa Laman Satong, Ranto Sihotang mengatakan ecopolybag yang dibuat oleh kelompok ini berbahan dasar bambu yang aman dan tidak menimbulkan masalah bagi lingkungan.

“Ecopolybag ini dapat digunakan sebagai pengganti polybag plastik yang umumnya digunakan untuk pembibitan. Penggunaan polybag plastik kurang ramah lingkungan karena menimbulkan limbah plastik. Dengan adanya ecopolybag dari bambu ini, selain meningkatkan ekonomi kelompok masyarakat, juga mengurangi limbah plastik,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif Yayasan ASRI Nur Febriani menyampaikan bahwa Yayasan ASRI sangat gembira dengan adanya kerjasama ini.

Sejak lama ASRI dan Balai Taman Nasional Gunung Palung bekerjasama dalam program penanaman hutan kembali. Kali ini kedua pihak bekerjasama untuk meningkatkan kualitas dari program penanaman tersebut.

"Berawal dari keinginan ASRI untuk mencari alternatif polybag agar tidak menghijaukan hutan dengan meninggalkan tumpukan sampah plastik dari polybag. ASRI menghubungi perusahaan-perusahaan biodegradable polybag, namun sayangnya polybag mereka tidak bisa bertahan lama. Kurang dari tiga bulan, polybag mereka akan terurai. Sementara bibit-bibit pohon yang disemai ASRI membutuhkan polybag yang dapat terurai jauh lebih cepat dari plastik, namun cukup tahan hingga bibit pohon kuat untuk ditanam di tanah (sekitar 6 bulan - 1 tahun)," tuturnya.

Balai TN Gunung Palung memberikan jawaban atas kebutuhan ini. Kelompok binaan di Desa Laman Satong dikaryakan untuk membuat polybag dari anyaman bambu.

"Jadi, jika biasanya kami menyemai bibit dalam polybag plastik, kali ini kami menggandeng masyarakat, terutama perempuan, untuk memproduksi polybag ramah lingkungan. Polybag ini terbuat dari bambu yang tadinya merupakan bahan sisa dari ibu-ibu yang membuat anyaman tampi beras,” kata Nur.

Bisa dibayangkan, kata Nur, ribuan polybag plastik akan digantikan dengan polybag anyaman bambu ini, yang tidak hanya ramah lingkungan karena akan terurai alami, tapi juga membantu perekonomian masyarakat yang tinggal di sekitar hutan.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2