Masker Penangkal Virus Corona, Teror Nyata Bagi Lingkungan
Klikhijau.com - Masker, tiba-tiba saja barang penutup hidung dan mulut itu hangat dibincangkan. Semua berawal dari merebaknya virus corona. Masker dianggap sebagai cara efektif jadi penangkal virus co...
Klikhijau.com - Masker, tiba-tiba saja barang penutup hidung dan mulut itu hangat dibincangkan. Semua berawal dari merebaknya virus corona. Masker dianggap sebagai cara efektif jadi penangkal virus corona.
Virus yang diduga berawal dari Kota Wuhan, China itu. Memang telah mengacaukan banyak hal, tak hanya kesehatan, bahkan dunia sepak bola sekalipun.
Apa hanya berhenti di situ, rupanya tidak. Ada hal yang tidak terlalu dari sorotan perihal dampak virus corona.
Kita semua seolah terpaku pada korban manusia saja, tapi tak melihat korban lain, yakni lingkungan.
Padahal virus itu membawa dampak yang besar pula kepada lingkungan. Sudah menjadi kebiasaan lumrah manusia, di mana ada sesuatu yang masif, di situ ada pula dampak yang buruk pada lingkungan.
[irp]
Semisal penggunaan masker yang masif untuk mencegah penyebaran virus itu, orang-orang berlomba menggunakan masker.
Sifat masker, biasanya hanya dipakai dua tiga kali lalu dibuang diganti dengan yang baru. Nah, pertanyaannya, ke manakah masker itu akan berakhir?
Untuk menjawab pertanyaan itu, saya ingin mengutip artikel yang dimuat di reuters, bahwa di Hongkong sebagian besar dari 7,4 juta orang Hong Kong selama berminggu-minggu mengenakan masker sekali pakai setiap hari.
Harapannya untuk menangkal virus corona, yang telah menginfeksi 126 orang di kota dan menewaskan tiga dari mereka.
Masker yang telah di pakai itu kemudian di bang dan menumpuk di pantai Hongkong dan di jalur alam. Kelompok lingkungan di sana memperingatkan bahwa limbah tersebut merupakan ancaman besar bagi kehidupan laut dan habitat satwa liar.
Menurut kelompok lingkungan, masker yang dibuang telah menambah masalah dan juga meningkatkan kekhawatiran tentang penyebaran kuman.