Mangrove, Tanaman Pesisir yang Menjaga Kedaulatan Ekonomi dan Politik Indonesia
Klikhijau.com – Pemerintah terus berupaya melakukan rehabilitasi tanaman pesisir, yakni mangrove. Tujuannya untuk mempertahankan kestabilan bentang alam pesisir. Mangrove dinilai sebagai satunya p...
Klikhijau.com – Pemerintah terus berupaya melakukan rehabilitasi tanaman pesisir, yakni mangrove. Tujuannya untuk mempertahankan kestabilan bentang alam pesisir.
Mangrove dinilai sebagai satunya pengendalian abrasi laut dan mereduksi dampak dari bencana tsunami dan juga sebagai penguatan green economy.
Klikhijau.com – Pemerintah terus berupaya melakukan rehabilitasi tanaman pesisir yang bernama mangrove. Tujuannya untuk mempertahankan kestabilan bentang alam pesisir.
Mangrove dinilai sebagai satunya pengendalian abrasi laut dan mereduksi dampak dari bencana tsunami dan juga sebagai penguatan green economy.
Berkurangnya luas daratan akibat abrasi diketahui menimbulkan berbagai macam kerusakan dan degradasi lingkungan.
Dampak yang paling parah dapat menenggelamkan pulau-pulau kecil, demikian pula bencana tsunami, dapat menimbulkan kerusakan besar dan merengut banyak korban jiwa.
Tidak hanya itu, peran mangrove bukan hanya sebagai pengendali abrasi pantai, tempat bermukimnya beberapa biota laut, dan tempat wisata.
Fungsi tanaman pesisir itu, rupanya cukup dalam sebagai penjaga “negara”. Menurut Wakil Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Alue Dohong, rehabilitasi mangrove berperan penting untuk menjaga kedaulatan ekonomi negara ini.
Bukan hanya itu, tetapi juga kedaulatan politik Indonesia, yakni berupa keutuhan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Sebagai wilayah maritim yang memiliki laut yang luas, tidak bisa dinafikkan jika wilayah hutan mangrove berada di daerah pesisir yang merupakan titik pangkal terluar untuk batas laut teritorial, zona ekonomi eksklusif, dan landas kontinen wilayah Indonesia dengan batas wilayah laut negara lain di sekitarnya.
“Jangan sampai batas negara ini tergerus oleh abrasi akibat tidak adanya ekosistem mangrove,” terang Alue.
Oleh karena itu, menjaga kelestarian mangrove berarti menjaga pula negara Indonesia dari ancaman “kehilangan” batas negara.