“Mangrove Camp” di Maros, Kampanye Aksi Jaga Iklim dengan Rehabilitasi Mangrove

Klikhijau.com – Puluhan pencinta lingkungan yang terdiri dari 43 organisasi dan komunitas menggelar “mangrove camp” dengan tema "Peran rehabilitasi mangrove dalam menjaga perubahan iklim". Kegiatan...

“Mangrove Camp” di Maros, Kampanye Aksi Jaga Iklim dengan Rehabilitasi Mangrove
Bacakan Artikel

Klikhijau.com – Puluhan pencinta lingkungan yang terdiri dari 43 organisasi dan komunitas menggelar “mangrove camp” dengan tema "Peran rehabilitasi mangrove dalam menjaga perubahan iklim".

Kegiatan yang dinisiasi Mangrove.id ini digelar di Pantai kuri Caddi Desa Nisombalias Kecamatan Marusu Kabupaten Maros pada 4-5 Desember 2021.

Selain camp selama dua hari, komunitas ini juga menggelar diskusi mangrove dan aksi penanaman 2000 pohon mangrove. Mereka juga menyuarakan pentingnya keterlibatan anak-anak muda dalam kolaborasi melestarikan mangrove demi mengatasi laju perubahan iklim.

Lebih kurang 100 orang peserta memeriahkan kegiatan ini meski di tengah hujan yang mengguyur. Para komunitas yang terlibat terdiri dari Duta Lingkungan Hidup Sulsel, organisasi pencinta alam dan komunitas peduli lingkungan lainnya.

Awhy Afriliansyah, Founder mangrove.id mengatakan kegiatan ini bertujuan untuk menghimpun para komunitas dan anak-anak muda dalam melakukan aksi penanaman dan pelestarian mangrove.

“Kita tahu di masa pandemi ini sempat minim kegiatan lingkungan khususnya di sektor mangrove. Kami juga mencoba untuk memperhatikan wilayah pelosok yang belum tersentuh. Jadi, tidak hanya berfokus ke wilayah yang sudah berkembang,” jelas Awhy.

Awhy menambahkan, kegiatan ini juga dibuat untuk mengedukasi komunitas dan anak-anak muda agar semakin memahami mangrove dan fungsinya pada ekosistem.

“Semoga kedepannya wadah mangrove.id ini bisa membantu/memfasilitasi teman-teman dalam upaya pelestarian mangrove semaksimal mungkin,” tuturnya.

Awhy juga menekankan bahwa komunitasnya, Mangrove.id adalah sebuah wadah yang dibangun untuk memfasilitasi kegiatan yang berfokus ke lingkungan pesisir (mangrove).

“Misalnya dari segi edukasi dan rehabilitasi dimana selalu saja hambatan di dalam melakukan penanaman antara lain kurangnya wadah yang memfasilitasi dari segi bibit. Kegiatan ini Alhamdulillah berjalan dan sukses walaupun ada beberapa hambatan misalnya kondisi cuaca yang sedang hujan,” katanya.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2