Manfaat Tak Terduga dari Pohon, Dapat Meningkatkan Kesehatan Mental
Klikhijau.com - Pohon berperan penting bagi kualitas dan kesehatan hidup kita, rumah kita, dan planet kita. Secara global, pohon adalah alat yang paling terukur dan hemat biaya dalam memerangi perubah...
Klikhijau.com - Pohon berperan penting bagi kualitas dan kesehatan hidup kita, rumah kita, dan planet kita. Secara global, pohon adalah alat yang paling terukur dan hemat biaya dalam memerangi perubahan iklim.
Kehadirannya membersihkan udara dan menyedot karbon. Mereka memupuk keanekaragaman hayati dan mendukung habitat kritis.
Apa hanya itu, rupanya tidak. Sebab peran pohon lebih dari yang kita pikirkan, meski terlihat diam. Namun, sesungguhnya pohon bekerja keras untuk menghadirkan kehidupan yang nyaman, khususnya bagi manusia.
Pohon dapat meningkatkan Kesehatan, utamanya kesehatan mental. Hal ini dibuktikan oleh sebuah penelitian bahwa akses ke pohon mengurangi tingkat depresi, menurunkan kadar hormon stres utama otak, kortisol, dan meningkatkan fungsi kognitif.
[irp]
Manfaat pohon yang luar biasa itu, dipanen oleh orang-orang, khususnya yang tinggal di daerah perkotaan. Penduduk perkotaan secara signifikan lebih mungkin melawan depresi dan kecemasan.
Karena itulah, dengan menciptakan hutan kota, maka secara otomatis dapat membantu orang lebih bahagia dan lebih sehat.
Para ahli mengatakan salah satu cara untuk meningkatkan kesehatan mental adalah dengan meningkatkan investasi dalam infrastruktur hijau.
Dampak positif dari pohon didokumentasikan dengan baik dalam berbagai penelitian ilmiah di AS dan di seluruh dunia.
Misalnya, sebuah penelitian di Jerman menyimpulkan bahwa hanya tinggal dalam jarak 100 meter dari pohon dapat mengurangi kebutuhan akan obat antidepresan.
[irp]
Di Denmark, para peneliti menemukan bahwa anak-anak yang tinggal di tingkat ruang hijau paling rendah. Rupanya memiliki risiko yang jauh lebih tinggi untuk mengalami gangguan kejiwaan di kemudian hari dibandingkan dengan anak-anak yang tinggal di dekat ruang hijau yang kuat.
Beberapa dokter bahkan mencari pohon sebagai bentuk pengobatan, meresepkan pasien yang berjuang dengan berjalan-jalan di hutan untuk membenamkan diri sepenuhnya di alam.