'Low Technologi', Upaya Tekan Sampah Organik Berbasis Warga

Klikhijau.com - Belum masifnya inovasi pengelolaan sampah baru dan gerakan atas rendahnya kepedulian masyarakat untuk pilah sampah dari rumah, menjadi luapan diskusi Jurnal Warung Kopi Seri ke-5, di k...

'Low Technologi', Upaya Tekan Sampah Organik Berbasis Warga
Bacakan Artikel
Wahdyuddin Yunus

Pendiri Jurnal Warung Kopi yang aktif sebagai pemerhati lingkungan sekaligus pegiat seni

Hal ini juga dipertegas oleh Mashud Azikin “6 bulan yang lalu saat launching MTS belum ada gunungan (sampah) yang satu itu, kami juga kaget”. Hal ini menjadi tanda bahwa belum ada penanganan sampah secara signifikan.

Menurut Ade, sampah organik masih menjadi penyumpang terbesar dibandingkan dengan sampah non organik yang secara penanganan sudah terbantu dengan adanya pemulung. Lalu dengan sedikit guyon, "Akankah suatu saat sapi dan kambing akan menjadi solusi sampah organik."

Diskusi kali ini telah sampai pada sebuah simpulan bahwa 70% sampah organik  tersebut akan dijadikan bahan dasar dalam pembuatan pupuk kompos.

Dengan menggunakan 'low tech' yang hanya memakan waktu kisaran 6 minggu. Proses pupuk kompos yang dihasilkan dari peran cacing, nantinya akan disupply kepada para petani. Tentunya dengan harga yang berbeda jika mendapatkan bahan organik dari luar," pungkas Ade.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2