Literasi Pangan Dapat Berdampak Positif Terhadap Kualitas Pola Makan
Klikhijau.com – Literasi memiliki ruang lingkup yang cukup luas. Bukan hanya tentang baca dan tulis. Pun tidak hanya satu bidang saja. Kehadiran literasi cukup beragam pula. Misalnya literasi keseh...
Klikhijau.com – Literasi memiliki ruang lingkup yang cukup luas. Bukan hanya tentang baca dan tulis. Pun tidak hanya satu bidang saja.
Kehadiran literasi cukup beragam pula. Misalnya literasi kesehatan, literasi lingkungan, dan bahkan ada literasi pangan.
Literasi pangan menjadi hal yang penting pula. Sebab berpotensi meningkatkan mengurangi penyakit masyarakat.
Sebuah studi yang dimuat dalam Journal of Nutrition Education and Behavior, yang diterbitkan oleh Elsevier menunjukkan hal tersebut, bahwa dengan meningkatkan literasi pangan dapat berdampak positif terhadap kualitas pola makan dan mengurangi risiko penyakit kronis.
[irp]
Menurut studi tersebut, program literasi makanan Food Sensations for Adults (FSA) dari Foodbank Western Australia efektif dalam menghasilkan perubahan positif di berbagai literasi makanan dan perilaku makan para partisipan. Usia partisipan adalah usia muda, yakni 18 tahun ke atas.
Penulis utama studi, Andrea Begley, DrPH, School of Population Health, Curtin University di Perth, Western Australia (WA) mengatakan, perubahan perilaku membutuhkan waktu untuk terbentuk.
“Peserta mungkin tidak dapat mengubah seluruh literasi pangan dan perilaku makan dengan cepat, sehingga tidak mengherankan jika program yang berlangsung lebih dari lima bulan dianggap paling efektif,” ungkapnya.
Penelitian ini menguji efektivitas FSA dengan desain eksperimen semu. Data dikumpulkan pada awal dan akhir program.
Kelompok kontrol direkrut dari relawan dewasa dan staf di gudang Foodbank WA di Perth dan di kios promosi Foodbank WA selama pameran publik dari Agustus hingga Oktober 2020.
[irp]
Fasilitator FSA memberikan kuesioner praprogram dan pascaprogram menggunakan protokol evaluasi untuk menjaga konsistensi dan persyaratan etika.
Sebanyak seratus dua puluh delapan peserta kelompok kontrol menyelesaikan kuesioner praprogram dan 80 menyelesaikan kuesioner pascaprogram. Tanggapan ini disesuaikan dengan peserta program FSA (62,5% data cocok).
“Kami berhipotesis bahwa peserta program FSA yang menyelesaikan setidaknya 75% program akan melaporkan peningkatan yang signifikan secara statistik dalam perilaku melek makanan dan asupan buah dan sayuran,” jelas Dr Begley.