Benarkah Makanan Ramah Lingkungan Mengurangi Risiko Kematian hingga 25 Persen?
Klikhijau.com – Makanan ramah lingkungan dan umur manusia. Rupanya memiliki korelasi yang kuat. Hal itu ditemukan oleh sebuah penelitian yang dipimpin oleh Harvard TH Chan School of Public Health....
Klikhijau.com – Makanan ramah lingkungan dan umur manusia. Rupanya memiliki korelasi yang kuat. Hal itu ditemukan oleh sebuah penelitian yang dipimpin oleh Harvard TH Chan School of Public Health.
Penelitian tersebut mengungkapkan bahwa mengonsumsi makanan ramah lingkungan dapat menurunkan risiko kematian hingga 25 persen.
Makanan yang termasuk list ramah lingkungan adalah makanan pokok seperti biji-bijian, buah-buahan, sayuran non-tepung, kacang-kacangan, dan minyak tak jenuh.
Sementara itu, makanan seperti telur dan daging merah serta olahannya dapat menimbulkan dampak yang merugikan bagi kelestarian lingkungan dan kesehatan manusia.
[irp]
Hasil penelitian tersebut semakin menebalkan bukti bahwa makanan ramah lingkungan menawarkan keuntungan ganda bagi kesehatan dan kesejahteraan lingkungan.
Data saat ini menyoroti potensi manfaat kesehatan dan lingkungan yang terkait dengan pola makan nabati. Mereka terhubung dengan penurunan risiko penyakit kronis.
Ini termasuk penyakit jantung, kanker kolorektal, diabetes, dan stroke. Pada saat yang sama, pola makan nabati membantu mengurangi dampak lingkungan yang merugikan termasuk penggunaan air, eksploitasi lahan, polusi nutrisi, dan emisi gas rumah kaca.
Penelitian tersebut menyiratkan bahwa pergeseran ke kebiasaan makan yang lebih sadar lingkungan. Ditemukan dapat secara efektif menurunkan risiko kematian seseorang dari berbagai penyebab. Semisal kanker, penyakit jantung, penyakit pernapasan, dan penyakit neurodegeneratif termasuk dalam daftar ini, antara lain.
“Kami mengusulkan skor diet baru yang menggabungkan bukti ilmiah terbaik saat ini tentang efek makanan pada kesehatan dan lingkungan,” kata Linh Bui, kandidat PhD di Departemen Nutrisi di Harvard TH Chan School of Public Health.
Dia mencatat bahwa temuan tersebut mengkonfirmasi hipotesis mereka bahwa ada hubungan langsung antara skor Planetary Health Diet yang lebih tinggi dan penurunan risiko kematian.
Melalui penelitian tersebut, tim peneliti berusaha merancang alat yang sederhana dan praktis. Tujuannya adalah untuk membantu pembuat kebijakan dan profesional kesehatan masyarakat dalam inisiatif strategis untuk peningkatan kesehatan masyarakat. Secara bersamaan, mereka berharap untuk mengatasi masalah mendesak dari perubahan iklim.