Krisis Iklim Menggiring Alpukat ke Jurang Kepunahan
Klikhijau.com – Persea americana adalah nama ilmiah dari alpukat. Tanaman ini merupakan tanaman penghasil buah. Buahnya sangat populer dan telah memikat banyak orang, baik dari segi rasa maupun man...
Klikhijau.com – Persea americana adalah nama ilmiah dari alpukat. Tanaman ini merupakan tanaman penghasil buah.
Buahnya sangat populer dan telah memikat banyak orang, baik dari segi rasa maupun manfaatnya. Pemanfaatan buahnya cukup banyak, mulai dari minuman hingga bahan kecantikan.
Sayangnya, buah andalan ini tidak lepas pula dari cengkeraman ancaman krisis iklim yang semakin memburuk.
Sebuah penelitian menemukan jika alpukat mengalami penurunan yang signifikan di wilayah penghasil alpukat utama di dunia. Penurunan itu diperkiraan sebesar 41% pada tahun 2050 mendatang.
[irp]
Penurunan itu akan melanda daerah-daerah tertentu. Di mana diperkirakan akan menderita lebih parah dibandingkan daerah-daerah lain. Misalnya, Michoacán, daerah penghasil alpukat yang penting di Meksiko, mungkin akan mengalami penurunan kapasitas produksi sebesar 59% pada tahun 2050, meskipun kenaikan suhu global tetap di bawah 2°Celcius.
Wilayah ini, seperti wilayah lainnya, telah mengalami pembukaan lahan secara signifikan untuk memenuhi permintaan yang melonjak, terutama dari Amerika. Saat ini, Meksiko memimpin pasar alpukat global, namun masa depan nampaknya tidak pasti dengan tantangan iklim ini.
Jika bertanya, kenapa bisa, penyebabnya apa? Jawabannya adalah iklim yang semakin panas dan kering memberikan tantangan serius bagi budidaya tanaman dari famili Lauraceae ini.
Tanaman dari ordo Laurales ini membutuhkan banyak air untuk tumbuh subur. Karakteristiknya itulah yang menjadikan tanaman ini sangat rentan terhadap dampak perubahan iklim.
[irp]
Dilansir dari Earth, menurut laporan yang dirilis oleh Christian Aid berjudul Getting Smashed: The climate danger facing avocados, jika pemanasan global terus tidak terkendali, area yang cocok untuk menanam tanaman buah ini bisa berkurang drastis. Itu artinya alpukat akan berada pada jurang kepunahan.
“Alpukat mungkin merupakan makanan super, tetapi tantangannya adalah perubahan iklim. Tanaman ini adalah tanaman yang haus dan tidak cocok hidup di planet yang lebih panas dan rawan kekeringan,” kata Mariana Paoli, Pemimpin Advokasi Global di Christian Aid.