Kopi Mangrove, Kopi Pesisir untuk Vitalitas Pria Dewasa

Klikhijau.com – Minuman yang kita seruput, namun tidak mengandung sebiji kopi pun, apakah layak disebut kopi? Dan apakah penting menjawab pertanyaan itu di saat mulai bermunculan jenis “kopi” baru yan...

Kopi Mangrove, Kopi Pesisir untuk Vitalitas Pria Dewasa
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Klikhijau.com – Minuman yang kita seruput, namun tidak mengandung sebiji kopi pun, apakah layak disebut kopi? Dan apakah penting menjawab pertanyaan itu di saat mulai bermunculan jenis “kopi” baru yang bukan dari pohon kopi sebagaimana lazimnya?

Jenis kopi baru memang mulai banyak bermunculan, bukan kopi yang dicampur dengan bebijian lain, misalnya kopi dicampur jagung dan lain sebagainya. Jenis kopi ini, adalah jenis yang tak ada hubungannya dengan pohon kopi sama sekali.

Sebut saja kopi salak, kopi yang diproduksi dari biji salak, kopi jamblang atau juwet yang dproduksi dari biji jamblang, dan yang akan kita kisahkan ini adalah kopi tanaman pesisir, sang penghalang ombak. Tumbuhan yang bernama: mangrove.

Iya, kini sedang berkembang pula produksi kopi mangrove. Biji mangrove di tangan-tangan kreatif diolah menjadi kopi, minuman yang banyak orang menamainya minuman malam Jumat, sebab kasiatnya untuk menambah stamina para lelaki.

Berdasarkan yang saya temukan di beberapa situs online. Misalnya di Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, hutan mangrove mempunyai fungsi ekologi sebagai faktor pencegah abrasi di kawasan pesisir.

Hutan mangrove juga menyimpan potensi dari Hasil Hutan Bukan Kayunya (HHBK). Masyarakat setempat memanfaatkan buahnya sebagai bahan dasar kopi mangrove.

Kopi Sabuk Hijau

Kopi mangrove Pemekasan, Desa Lembung telah lama diproduksi, seperi yang dikisahkan wartawan Tribun Madura.com, Senin, 28 Januari 2019, menurut pengakuan ketua kelompok tani setempat, kopi ini telah diproduksi sejak 10 tahun silam.

"Kopi dari biji buah ini sudah kami buat sejak sepuluh tahun terakhir ini," kata Slaman Ketua Kelompok Usaha Produktif (KUP) Desa Lembung.

Kopi mangrove yang mereka produksi diberi label 'Sabuk Hijau' asli dari biji buah magrove memiliki aroma dan rasa yang khas.

"Minuman kopi mangrove yang kami buat ini rasanya nikmat. Berbeda dengan kopi lainnya. Ini tanpa bahan pengawet dan campuran. Hitamnya juga pekat dan kental," jelas Slaman.

Pembuatan kopi mangrove khas dari Desa Lembung ini, bisa dibilang sangat mudah. Awalnya, buah mangrove diambil bijinya untuk kemudian dijemur hingga kering.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2