Komunitas “Youtanam”, Rumah Regenerasi Petani di Ma’rang Pangkep
Klikhijau.com – Sebagai negara agraris, Indonesia kini menghadapi satu masalah serius, tidak saja karena lahan pertanian yang terus menyusut—juga karena berkurangnya jumlah petani. Indonesia terancam...
Klikhijau.com – Sebagai negara agraris, Indonesia kini menghadapi satu masalah serius, tidak saja karena lahan pertanian yang terus menyusut—juga karena berkurangnya jumlah petani. Indonesia terancam kehilangan generasi petani baru di masa datang, akibat tidak adanya regenerasi. Profesi petani tidaklah jadi idola bagi generasi muda saat ini.
Badan Pusat Statistik (BPS) merilis, adanya penurunan serius pekerja sektor pertanian, kehutanan dan perikanan. Data BPS pada Agustus 2019 menyebut, penduduk yang bekerja pada tiga bidang di atas sebanyak 34,8 juta orang (27,33 % dari seluruh lapangan pekerjaan utama). Angka ini turun 1,12 uta atau 1,46 % dibandingkan Agustus 2018 yang tercatat 35,70 juta orang.
Data ini menunjukkan, setiap tahun kita kehilangan jutaan petani. “Rata-rata petani di Indonesia berumur 47 tahun. Petani Indonesia akan menjadi menjadi krisis pada 10-15 tahun mendatang,” kata Rektor Institute Pertanian Bogor (IPB) Arif Satria Dilansir CNBIndonesia, Selasa 12 November 2019 lalu.
Tidak ada jalan lain, diperlukan regenerasi agar setiap tahun ada jutaan anak-anak muda yang tertarik menggandrungi bidang pertanian. Fakta inilah yang menginspirasi sebuah komunitas pertanian di Kecamatan Ma’rang Kabupaten Pangkep, namanya Komunitas “Youtanam”.
[irp]
Diinisiasi oleh kelompok remaja yang memang dikenal bergiat di pertanian organik, “Youtanam” mencoba mendorong bangkitnya minat bercocok tanam sejak dini. Menariknya, mereka melibatkan kelompok perempuan, remaja dan ibu rumah tangga sebagai subjek utama.
Kampanye menanam dihembuskan komunitas ini, mulai dari pekarangan rumah sendiri, hingga pemanfaatan lahan kritis atau lahan tidur. Sejak didirikan pada 1 Desember 2019 lalu, “Youtanam” sudah melakukan banyak kegiatan.
Mereka terus bergerak dengan sebuah visi besar: “Menjadi yang terdepan dalam pengelolaan lahan, penciptaan lapangan kerja, pemberdayaan pemuda melalui media edukasi. Serta menciptakan gaya hidup sehat dan berkelanjutan.”
“Kami jadikan komunitas ini sebagai tempat belajar bersama tentang pertanian. Melakukan aktivitas penanaman bersama, hingga saling berbagi pengalaman bercocok tanam,” kata Nisa Sawah, salah seorang pendiri komunitas ini.
[irp]