Kisah Sukses Tanfidzul Khoiri, Petani Muda yang Beternak Domba di 'Kandank Oewang'

Klikhijau.com - Namanya Tanfidzul Khoiri (27), duta petani muda 2014 yang sukses di bidang pertanian. Kisahnya bermula dengan beternak domba. Yuk, simak kisah lengkapnya! Riset menunjukkan tak bany...

Kisah Sukses Tanfidzul Khoiri, Petani Muda yang Beternak Domba di 'Kandank Oewang'
Bacakan Artikel

"Saya peternak by design, bukan tiba tiba jadi petani, by design dari lingkungan keluarga yang basic-nya bukan petani tetapi menyukai pertanian," tegas Khoiri.

Ada tiga kegiatan usaha yang dilakukan Khoiri di Kandank Oewang. Di hulu, dia melakukan penanaman hijauan untuk bahan pakan ternak, pembuatan silase (pakan berkadar air tinggi hasil fermentasi yang diberikan kepada hewan ternak ruminansia), dan pengembangbiakan domba wonosobo.

"Prinsipnya, kenapa menanam dan beternak, karena pertanian dan peternakan tidak dapat dipisahkan. Prinsip yang kami bawa adalah pertanian sebagai awal peternakan dan peternakan sebagai akhir dari pertanian," jelas Khoiri.

Di hilir, Kandank Oewang melaksanakan bisnis penjualan daging kambing, domba untuk aqiqah, dan catering serta kuliner berbahan dasar daging kambing atau domba.

Kemudian, di sektor pengolahan, Kandank Oewang juga menjalankan usaha pengolahan limbah menjadi pupuk organik hayati dengan bahan baku kotoran hewan yang dicampur limbah pertanian.

Usaha pendukung

Berikutnya adalah sektor pendukung yaitu penjualan alat pertanian. "Sifatnya online sehingga bisa dijual ke seluruh Indonesia, mulai dari produk peternakan, obat-obatan, jamu, buku materi peternakan, juga alat mekanisasi peternakan," jelas Khoiri.

Kandank Oewng juga membuka usaha kunjungan atau farm trip bagi anak-anak muda yang mau belajar dan melakukan praktik magang. Usaha pelatihan peternakan ini diampu oleh Koperasi P4S.

Koperasi itu sendiri didirikan Khoiri untuk menjalankan usaha jual beli yang sifatnya skala besar seperti pembelian obat-obatan, dan mengedarkannya ke anggota serta ke wilayah lain yang bisa dijangkau.

Dari sekian sektor yang dijalankan, boleh dibilang, usaha di sektor hilir, yaitu penjualan inilah yang menjadi inti usaha Kandank Oewang.

Khoiri mengatakan, mentornya dalam berbinis peternakan mengajarkan, memulai usaha peternakan juga pertanian memang sebaiknya dimulai dari penjualan bukan produksi.

"Kalau produksi membutuhkan banyak modal, kita jadi banyak utang, menumpuk beban. Kalau dari jualan, misalnya menjual kambing, bisa memulai dengan modal sedikit bahkan tidak perlu modal, nah dapat fee itu yang nanti diputar untuk menjadi modal usaha. Sampai saat ini di selling yang kita genjot, keuntungannya untuk berproduksi," jelas Khoiri.

Pilih Halaman:
  • 1
  • 2