Kisah Inspiratif dari Sekolah Sawah di Gunung Merapi

Klikhijau.com - Jawa Tengah adalah provinsi yang dikelilingi oleh beberapa gunung api yang masih aktif, salah satunya Gunung Merapi yang terkenal dengan Wedhus Gembelnya. Siapa sangka, beberapa ora...

Kisah Inspiratif dari Sekolah Sawah di Gunung Merapi
Bacakan Artikel

Klikhijau.com - Jawa Tengah adalah provinsi yang dikelilingi oleh beberapa gunung api yang masih aktif, salah satunya Gunung Merapi yang terkenal dengan Wedhus Gembelnya.

Siapa sangka, beberapa orang yang diinisiasi oleh mantan seorang guru SD di sana yaitu Fransiskus Xaverius Riyadi, menyulap lahan sawah menjadi peraga untuk belajar.

Mereka menamainya dengan Sekolah Sawah yang memberikan pelajaran tentang pertanian organik. Bersama dengan tim pengajar lainnya, Riyadi, sapaan akrabnya, mengajar tanpa dibayar.

Sekolah sawah dijalani siswa SD Kanisius Prontakan mulai tahun ajaran 2012/2013 hingga saat ini. Saat ini, jumlah murid sekolah tersebut tercatat 56 anak dengan enam guru.

Pelajaran sekolah sawah diselenggarakan setiap Jumat dan Sabtu. Mereka diajak berkeliling pekarangan dan sawah sekitar gedung sekolah untuk menyiapkan media tanam dari lingkungan setempat. Antara lain mengumpulkan pupuk kandang, serasah, dan tanah.

Kalau mau macul (mencangkul), ya sepatunya dilepas, kata Riyadi yang merupakan salah seorang guru sekolah sawah saat ini.

Murid-muridnya pun bergegas melepas sepatu dari kaki masing-masing. Kemudian bergantian memegang cangkul untuk mengaduk-aduk berbagai bahan guna pembuatan kompos di belakang sekolah mereka (SD Kanisius Prontakan, Dusun Braman, Desa Ngargomulyo, Kecamatan Dukun, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Praktik pelajaran sekolah sawah

Sekolah itu memiliki areal pertanian seluas sekitar 1.000 meter persegi yang bakal dimanfaatkan untuk pengembangan praktik pelajaran sekolah sawah.

Pelajaran sekolah sawah membumikan anak-anak itu sebagai bagian masa depan komunitas petani Gunung Merapi.

Pelajaran yang menjadi muatan lokal di sekolah diajarkan di sekolah sawah yaitu berbasis pertanian organik. Kawasan itu terletak sekitar tujuh kilometer barat daya dari puncak Gunung Merapi.

Peserta Sekolah Sawah di lereng Gunung Merapi Kabupaten Magelang bertambah dari yang semula hanya para siswa SD Prontakan Desa Ngargomulyo, sekarang diikuti juga anak-anak dari sekolah tetangga di kawasan setempat.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2