Kiprah Peneliti dan Konservasionis Indonesia Belum Maksimal

Mereka berkumpul di Bogor membincangkan hidupan liar Klikhijau.com – Demi meningkatkan kapasitas peneliti hidupan liar di Indonesia. KLHK bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar lokakarya...

Kiprah Peneliti dan Konservasionis Indonesia Belum Maksimal
Bacakan Artikel
Irhyl R  Makkatutu

Aktif menulis dan menyukai kopi di tengah kesibukannya mengaktivasi Taman Baca Masyarakat "tandabaca"

Irhyl R  Makkatutu

Artikel terbaru dari Irhyl R Makkatutu (lihat semua)

Mereka berkumpul di Bogor membincangkan hidupan liar

Klikhijau.com – Demi meningkatkan kapasitas peneliti hidupan liar di Indonesia. KLHK bersama Institut Pertanian Bogor (IPB) menggelar lokakarya temu peneliti dan konservasionis hidupan liar Indonesia.

Kegiatan tersebut digelart di IPB International Convention Center, Bogor, Senin, 8 Juli 2019. Kegiatan itu juga untuk meningkatkan jaringan kerja. Tujuan lainnya adalah untuk memaksimalkan kemampuan Indonesia di bidang diplomasi konservasi internasional.

Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE) KLHK, Wiratno menyatakan, saat ini baru sekitar 75 orang, baik peneliti, profesi maupun penggiat hidupan liar Indonesia yang berkiprah dalam berbagai specialist group dalam Species Survival Commission (SSC).

“Pertemuan ini, tujuannya termasuk juga memberikan masukan bagi delegasi Indonesia. Delegasi tersebut akan hadir dalam pertemuan IUCN Asia Regional Members Committee di Islamabad, Pakistan bulan Agustus mendatang.  Mari kita bangun komunikasi dan koordinasi di antara para anggota SSC IUCN Indonesia,” ungkap Wiratno.

SSC sendiri dibentuk oleh International Union of Conservation of Nature (IUCN). Jumlah ini sebenarnya sedikit. Mengingat banyak specialist group yang tidak memiliki anggota dari Indonesia.

Oleh karena itu, lokakarya para peneliti dan konservasionis tersebut diarahkan untuk memaksimalkan kemampuan Indonesia di bidang konservasi internasional.

Sebagai salah satu negara mega biodiversitas. Indonesia telah menjadi perhatian peneliti hidupan liar. Menghasilkan ratusan temuan baru.

Berbagai peneliti hidupan liar di Indonesia kini telah bergabung dalam banyak himpunan profesi.Himpunan itu merupakan kumpulan para peneliti dan penggiat konservasi sebidang.

Sebut saja Indonesian Ornthologist Union (IDoU), Perhimpunan Herpetologi Indonesia (PHI), Perhimpunan Entomologis Indonesia (PEI), Perkumpulan Biologi Indonesia (PBI), Forum Orangutan Indonesia, Forum Harimau Kita dan perkumpulan yang bersifat profesi seperti Perhimpunan Dokter Hewan Indonesia (PDHI).

Menjadi jaringan global

SSC dibentuk oleh IUCN. Kini tumbuh menjadi jaringan global berbasis ilmu dari ribuan ahli sukarelawan di bidang keanekaragaman hayati.

Baca Selanjutnya
Pilih Halaman:
  • 1
  • 2